Awal Mula Kehidupan Di Bumi
1. Latar Belakang
Kita menyadari bahwa kehidupan sangatlah penting bagi
kita semua sehingga kita membahas secara mendalam tentang Asal Mula Kehidupan
di Bumi. Agar kita semua bisa mengetahui asal muasal kehidupan kita dan semoga
pengetahuan yang akan di bagi makalah ini akan memajukan kesejahteraan hidup
seluruh makhluk hidup di dunia. Makalah ini berjudul “Asal Mula kehidupan di
Bumi” .
Makalah ini di buat untuk melengkapi uji kompetensi
dalam mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar, jurusan ekonomi pembngunan tahun 2012.
2. Tujuan
Tujuan Umum :
Ø Diharapkan baik
penyusun maupun pembaca dapat lebih memahami dan menerapkan Ilmu yang akan
dibagi dalam makalah ini dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga baik penyusun
maupun pembaca dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya.
Ø Mengetahui modernisasi dan
globalisasi serta dampaknya terhadap Kehidupan di muka bumi.
Ø Mengetahui kondisi Alam
atau bumi saat ini dan permasalahan yang ditimbulkan.
Ø Dapat menentukan solusi yang
tepat untuk menangani permasalahan kerusakan alam.
Tujuan Khusus :
Melengkapi uji kompentensi mata kuliah Ilmu Alamiah
Dasar.
3. Manfaat
Ø Untuk mengetahui
kondisi Alam atau bumi saat ini dan permasalahan yang ditimbulkan.
Ø Dapat menentukan solusi yang
tepat untuk menangani permasalahan kerusakan alam.
ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
Bumi kita
dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan – lahan
bumi mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat
terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk
samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer
dan yang berbentuk padat disebut litosfer.
Lapisan bumi
yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup melangsungkan kehidupannya disebut
biosfer. Dalam kehidupan makhluk hidup tersebut, terbentuk suatu sistem
hubungan antara makhluk hidup dengan materi dan energi yang mengelilinginya.
Ciri – ciri sebuah benda hidup atau makhluk hidup
ialah :
1. Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni adanya
zat yang masuk dan keluar.
2. Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari dalam
dan bergerak.
3. Melakukan reproduksi atau
berkembangbiak.
4. Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan
memberikan reaksi terhadap
rangsangan itu.
5. Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi
terhadap lingkungan.
a. Kapan Mulai ada kehidupan di Bumi
Usia Bumi
kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi
barulah sekitar 2000 tahun, dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode
perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula
diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang
lalu. Dari berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang
telah menunjukan tanda - tanda kehidupan atau fosil.
b. Dari mana asal kehidupan di Bumi
Kita mengenal beberapa hipotesis
tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan
para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman,
oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya.
Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi
logika.
Berikut beberapa hipotesis atau teori tentang dari
mana asal kehidupan di Bumi :
1. Hidup dari Tuhan
Pendapat ini lebih dikenal dengan paham, Penciptaan
Khusus yang mengandung arti bahwa Tuhan langsung turun tangan. Ilmuwan Tidak
menolak anggapan ini, tetapi semacam itu diluar taraf dan batas ilmu
pengetahuan. Pendapat ini dikenal dengan sebutan Teori Transedental , yang
berpendapat bahwa semua ciptaan dari sisi “Religi “ adalah Ciptaan Tuhan Yang
Maha Kuasa dan itu luar jangkauan sains.
2. Teori Cozmozoa
Teori ini mengatakan bahwa mahluk hidup berasal dari
luar angkasa diperkirakan suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan
benda hidup itu meruapakan suatu partikel – partikel kecil. Teori ini
berdasarkan dua asumsi :
a. Benda hidup itu ada atau telah
ada di suatu tempat dalam alam semesta ini.
b. Hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antarbenda angkasa di
bumi.
3. Teori
Fluger
Teori yang menyatakan bahwa bumi itu berasal dari
suatu materi yang sangat panas sekali, yang mengandung Karbon dan Nitrogen
sehingga terbentuk Cyanogen. Senyawa itu dapat terjadi pada suhu yang sangat
tinggi, dan selanjutnya terbentuk zat protein protoplasma yang menjadi mahluk
hidup.
4. Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa Hidup dapat muncul dari
kondisi yang cocok atau pas dari bahan Organik pada saat bumi mengalami
pendinginan dalam kondisi tersebut muncullah hidup itu .
5. Teori Allen
Bahwa saat keadaan berdifusi ( bumi itu keadaannya
seperti sekarang ), beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar
matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom,
interaksi antara Nitrogen, Karbon, Hidrogen, Oksigen dan Sulfur, yang nantinya
akan membentuk zat – zat yang difus yang akhirnya membentuk potoplasma benda
hidup.
6. Generatio Spontanea
Sebelum abad 17 orang menganggap bahwa makhluk hidup
itu terbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya.
Contoh: Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai
tikus, cacing timbul dengan sendirinya dari dalam lumpur, dari gudang padi,
ternyata munculah tikus.
Faham ini disebut juga abiogenesis makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan
makhluk hidup, misalnya dari lumpur timbul cacing. faham ini antara lain
dipelopori oleh Aristoteles.
7. Omne Vivum Ex Ovo
Fransisco Redi (1626-1697) ahli biologi bangsa Italia
dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang
meletakan telurnya dengan sengaja disitu. Dari berbagai percobaannya yang
serupa ia memperoleh kesimpulan yang serupa yaitu bahwa asal mula kehidupan itu
adalah telur atau omne vivum ex ovo.
8. Omne Ovo Ex Vivo
Lazzaro Spallanzani (1729 - 1799) juga ahli bangsa
Italia dengan percobaannya terhadap kaldu, membuktikan bahwa jasad renik atau
mikroorganisme yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu
ditutup rapat setelah mendidih maka tidak terjadi pembusukan. Ia mengambil
kesimpulan bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup terlebih dahulu. Maka
muncullah teorinya omne ovo ex vivo atau telur itu berasal dari makhluk hidup.
9. Omne Vivum Ex Vivo
Louis Pasteur (1822-1895) sarjana kimia Perancis
melanjutkan percobaan Spallanzani dengan percobaan berbagai mikroorganisme.
Akhirnya ia berkesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya, agar tumbuh
kehidupan yang baru atau disebut omne vivum ex vivo. Teori ini disebut juga
teori Biogenesis dengan konsep dasar bahwa yang hidup itu tentu berasal dari
yang hidup juga. Dengan teori biogenesis ini maka teori abiogenesis
ditinggalkan orang. Akan tetapi dengan demikian asal mula kehidupan mulai
kembali menjadi masalah yang belum terungkap, namun hampir semua para ahli
sependapat bahwa asal mula kehidupan itu timbul di bumi kita ini, bukan dari
angkasa luar.
10. Teori Urey
Harold Urey (1893) seorang ahli kimia dari Amerika
Serikat mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada awal mulanya kaya akan gas-gas
metana (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2) dan air (H2O). Zat-zat itu merupakan
unsur-unsur penting yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Diduga karena
adanya energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sianr kosmos
unsur-unsur itu mengadakan reaksi-reaksi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat
hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan keadaan virus yang kita
kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis
organisme.
11. Teori Oparis Haldane
Alenxande I. Oparin, ahli biologi Rusia
mempublikasikan tentang asal mula kehidupan , Rangkuman pendapat itu adalah
jasad hidup terbentuk dari senyawa kimiawi dalam laut pada saat atmosfer bumi
belum mengandung oksigen bebas. Senyawa terebut ( asam Amino sederhana, Purin,
basa pirimidin serta senyawa senyawa golongan gula, kemudian terbentuk pula
senyawa polipedia asam - asam polinuleat dan polisakarida yang semuanya
terbntuk berkat bantuan sinar ultraviolet, kilatan listrik, panas dan radiasi
Jasad Hidup Pertama disebut protobion, yang hidup dalam laut kira-kira 5-10
meter dibwah permukaan laut. Ditempat itulah mereka terhindar dari sinar
ultraviolet intensitas tinggi dan sinar matahari yang mematikan. Ketika jasad
hidup berkembang menjadi lebih sempurna dan mampu memproduksi oksigen maka lama
kelamaan terdapat lapisan pelindung berupa Ozon di atmosfer bumi kemudian,
kehidupan merayap di pantai dan akhirnya memenuhi daratan teori ini kembali ke teori
Generatio Spontane tapi melalui proses evolusi ratusan juta tahun lamanya.
3. Apa Perbedaan Makhluk Hidup dan Benda Mati
Sifat – sifat umum yang dapat
dipakai untuk membedakan antara mahluk hidup dengan benda mati adalah :
Sifat - sifat Umum Mahluk Hidup dan Benda Mati :
Ø
Bentuk dan Ukuran
Makhluk hidup Mempunyai bentuk dan ukuran tertentu
sedangkan benda mati tidak.
Contoh: Batu ada yang sebesar butir pasir, dan ada yang sebesar gunung,
sedangkan manusia bentuk dan ukuran tubuhnya tertentu.
Ø Komposisi Kimia
Makhluk hidup Mempunyai komposisi kimia tertentu yang
terdiri dari unsur – unsur Karbon, Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, Belerang, atau
Sulfur, Fosfor dan sedikit Mineral. Benda mati komposisinya tidak tentu.
Ø Organisasi
Setiap mahluk hidup terbentuk dari sel- sel. Sel – sel
ini membentuk jaringan, lalu jaringan ini membentuk organ, Sistem Organ ini
membentuk proses hidup. Pada Benda mati misalnya batu, susunannya yang kompleks
adalah hasil dan unsur pokoknya.
Ø
Metabolisme
Pada makhluk hidup terjadi Pengambilan dan penggunaan
makanan, respirasi atau pernafasan, sekresi dan ekresi. Benda mati tidak
mengalami hal – hal tersebut.
Ø
Iritabilasi
Maksudnya Mahluk hidup dapat memberikan reaksi
terhadap perubahan pada sekitarnya, misal cahaya, gerakan, kelembapan dan suhu.
Besarnya reaksi tak seimbang besarnya aksi. Pada benda mati reaksinya seimbang
dengan aksi.
Ø
Reproduksi
Pada mahluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat
mahluk hidup itu menjadi banyak. Sedangkan benda mati tidak.
Ø Tumbuh dan mempunyai Daur Hidup
Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan
mempunyai daur hidup, artinya melalui proses kelahiran, tumbuh dewasa dan mati.
Benda mati mengecil dan membesar karena pengaruh luar seperti halnya pada
kristal. Ketujuh hal tersebut merupakan perbedaan yang umum yang terdapat
antara makhlik hidup dan benda mati jadi bukan kriteria untuk menetapkan bahwa
sesuatu itu ialah makhluk hidup hanya diperlukan tiga hal saja yakni mampu
mengadakan :
a) Metabolisme termasuk respirasi
(bernapas)
b) Reaksi terhadap rangsangan dengan tujuan untuk
mempertahankan diri.
c) Pertumbuhan dan reproduksi.
Beberapa
contoh makhluk tingkat rendah antara lain adalah :
1. Virus
Bila rantai senyawa gula – fosfat – purin – pyrimidin
suatu asam amino pada percobaan miller itu bertambah panjang dan semakin
kompleks, maka akan terbentuk DNA (Deoxvribo Nucleic Acid) dan selanjutnya
terbentuk virus. Penemuan virus sejalan dengan ditemukannya mikroskop elektron
oleh Knoll dan Ruska pada tahun 1932 di Jerman, karenaa virus berukuran sangat
halus kira – kira 10 – 30 milimikron. Berbagai jenis virus telah ditemukan dan
mempunyai beragam bentuk seperti bulat, lonjong, kubus atau pun seperti batang.
Sifatnya aneh karena dapat di kristalkan sebagai zat kimia biasa, ditanam dalam
tumbuhan atau hewan dan juga dapat bertambah banyak.
Pertambahan virus masih ada dua pendapat, yakni :
a) Virus melakukan reproduksi sebagaimana
halnya makhluk hidup lain
b) Virus itu tak dapat memperbanyak diri melainkan organisme
tempat virus itu berada dapat
membentuk duplikat virus tadi.
Beberapa jenis virus menyebabkan berbagai penyakit,
misalnya mozaik pada tembakau, tomat, mentimun, waluh, jipang, dan lain–lain.
Pada manusia, penyakit campak, cacar, cacar air, influenza, polio, kutil, demam
kuning, hepatitis infectious dan lain – lain. Sedangkan pada hewan antara lain
penyakit anthrax, rabies, psitacosis, pes sapi, dan lain – lain.
2. Bakteriofag
Tingkat yang lebih tinggi derajatnya dari virus adalah
bakteriofag. Ia sudah boleh dianggap hidup sesungguhnya karena ia dapat hidup
dalam substrat buatan.
Tubuhnya terdiri dari rantai DNA yang dikelilingi
protein dan dapat bereproduksi. Hidup sebagai parasit yang menyerang
bakteridengan jalan memberi/melubangi tubuh bakteri. Ia berbuat demikian karena
ukurannya jauh lebih kecil dari pada bakteri dan sedikit lebih besar dan virus
yaitu 30–20 milimikron. Berbentuk seperti kendi.
3. Rickettsia
Taraf makhluk hidup yang lebih tinngi dari backteritofag adalah Rickettsia. Ia
sudah mempunyai RNA (Ribose Nucleic Acid) yaitu suatu asam dalam Inti sel yang
biasanya berada di luar inti sel pada organisme bertaraf tinggi. Ukurannya 0,3
– 0,5 mikron, sedemikian kecilnya sehinnga tak dapat di saring. Tapi tak dapat
berbiak dalam medium yang tak hidup. Rickettsia penyebab demam, cacar dan
tipus.
4. Bakteri
Bakteri merupakan mikroba yang sangat beragam dalam
hal bentuk dan perilakunya. Ia digolongkan kedalam tumbuhan karena berdinding
tubuh tebal. Ukurannya 0,5 – 0,7 mikron bergantung pada macam bakteri. Meskipun
bakteri tidak memiliki inti sel, tetapi DNA dan NA ada dalam tubuhnya. Ia dapat
di biakkan dalam medium buatan. Bakteri sering dogolongkan ke dalam ragi/jamur
karena tidak memiliki hijau daun sehingga tidak dapat berfotosintesis. Jadi,
kehidupannya tergantung kepada bahan organik yang sudah mati (saprofitis) atau
menjadi parasit pada makhluk hidup lain. Pada umumnya bakteri hidup subur pada
suhu 20 - 35˚C,ada pula bakteri yang tahan pada suhu 80˚C seperti di sumber air
panas vulkanik. Dalam proses pembusukan, semua bahan organik hancur menjadi
bahan anorganik. Oleh karena itu hampir semua proses pembusukan merupakan
fenomena pembiakan bakteri, maka bakteri itu disebut pula mikroba
pembusuk atau pengurai.
5. Protozoa
Protozoa sering disebut hewan bersel tunggal, Karena
dinding tubuhnya tipis sekali dan berperilaku seperti hewan dalam arti
mobilitas (pergerakan) dan cara makan. Ukuran tubuhnya 20 – 100 mikron,
memiliki inti sel yang masif dan tubuh kental yang dinamakan protoplasma.
Protozoa ada yang hidup bebas di alam ada pula yang menjadi parasit. Tak dapat
berbiak dengan cara membelah diri.
Kesimpulan
Dari segala semua yang telah
diterangkan diatas telah dimpulkan beberapa point – point penting yang dapat
dipetik dari makalah tentang asal mula kehidupan di bumi. Point – point penting
tersebut adalah :
Ø Bahwa Asal mula
kehidupan itu sampai sekarang masih diperdebatkan dan belum diketahui dengan
pasti dari mana dan kapan evolusi kehidupan telah ada.
Ø Kehidupan telah menciptakan peradaban
baru bagi makhluk hidup.
Ø Kehidupan sangat diperlukan makhluk hidup
untuk melestarikan jenisnya.
Ø Semua makhluk hidup mengalami Evolusi
dari masa ke masa.
2. Saran
Jagalah alam kita dari kerusakan
alam seperti pembakaran hutan dan pemanasan global. Karena sesungguhnya alamlah
yang memberikan kehidupan bagi kita semua makhluk hidup tanpa terkecuali.
Apabila Alam kita hancur maka kehidupan di dunia akan hancur pula.
DAFTAR PUSTAKA