Ingat pertama kali ku menyukaimu, disaat
aku ngeliat kamu sebagai anak baru di sekolah saat SMP, ini mungkin
kelihatannya hampir sama dengan cerita di film yg sering ku tonton “a
little thing called love”… Tapi hanya mirip sedikit. Karena yang
terjadi di antara aku dan juga kamu bukan sebuah film atau alur
cerita yang sengaja dibuat sedemikian rupa. Yang terjadi di antara
adalah kiat destiny.
Di memoryku,
masih tersimpan rasa-rasa itu dan semua peristiwa yang pernah
terjadi. Entahlah bagimu?
Aku ingat, waktu itu hari ketiga
disekolah. Mungkin di hari pertama dan kedua kita belum bertemu. Tapi
di hari ketiga, saat istirahat. Saya melihat kamu seperti memiliki
rasa jatuh cinta. Dan disitulah aku pertama kali melihat kamu. Hmm…
Melihat senyum mu aku jadi deg-degan sendiri. Padahal ku tahu
senyuman itu bukan untuk ku tapi untuk semua orang. Tak apalah yang
penting melihatmu udah membuat diriku senang. Hanya itu saja yang ada
di fikiranku setelah itu.
Dan, beberapa
waktu selalu ku lewati untuk melihat kamu. Entah mengapa ku begitu
mengagumi mu. Secara diam-diam ku sering perhatikan kamu ketika
sedang istirahat sekolah, waktu kamu berkumpul dengan teman-teman
kamu sambil tertawa. Kamu juga terkenal pintar dalam pelajaran,
pintar nyanyi, baik dan ramah pada semua orang.
Mungkin kamu
memang terlalu baik?
Suatu hari aku liat kamu pulang bersama teman satu lokal denganku.
Dan usut punya usut aku pun jadi penasaran, ku tanya pada temanku
dimana kamu tinggal. Eh ga tau nya, ternyata kamu 1 komplek dengan
rumahku. Mulai lah ku deketin temen ku tadi. Pernah juga ditanya sama
teman aku sudah punya pacar atau belum, aku bilang belum. Tapi aku
dekat sama seseorang, pas temanku itu nanya anak mana yang aku sukai
itu, aku pun keceplosan. Aku terlanjur bilang anak 1 komplek sama
dia. Dia malah penasaran dan nanya namanya… Yah, (mati aku). Aku
gugup dan spontan ku sebut saja dengan nama lain. Huff… Untung saja
dia gak tau dengan nama asal-asalan yang ku sebut tadi. Jadi dia gak
banyak tanya lagi.
Tapi tak lama kemudian, selang beberapa
hari ku denger kamu telah jadian dengan teman seangkatanku. Tapi kamu
tak tahu aku kecewa, dan tak ada satupun yang tahu. Hanya, waktu itu
aku ingat 1 hal. Mungkin cewek itu memang pantas untuk kamu. Karena
dia cantik dan kalian memang serasi. Harapanku pupus. Tapi aku masih
bisa bernafas lega. Karena perasaan ini tak ada yang tahu, jika
temen-temen tahu matilah aku diledekin?. Selamat sar, semoga bahagia.
Itulah kata terakhir yang mungkin bisa ku ucap saat itu.
Waktu pun berlalu. Tapi, perubahan yang terjadi tidak begitu
besar. Semakin hari semakin sering ku melihat kamu. Apalagi lapangan
olahraga yang letaknya memang dekat dengan lokalku. Hmm, aku tetap
mengagumi anak baru itu? karena setiap latihan pandangan ku tak luput
dari kamu. Dan suatu hari, gak sengaja ku melihat R, inisial pacarmu
dengan cowok lain. Entah kenapa perasaan ku begitu sakit, padahal ku
bukanlah siapa-siapa di antara kalian. Tapi tak beberapa lama dari
kejadian itu aku mendengar kamu putus. Aku tak tau persis waktu itu
kamu putus karena apa. Tapi entah kenapa, perasaan ku senang. Aku
bukan mengharapkan kehancuran di dalam hidupmu. Aku hanya senang aja
kamu terlepas dari cewek seperti dia.
Hari-hari yang ku lalui tak terlalu baik dan juga tak terlalu
buruk. Karena alhamdulillah, nilai sekolahku waktu itu lumayan baik,
mungkin karena cara belajar ku yang juga sudah lebih dari SD. Hanya
itu yang ku tahu. Tapi sering juga sih, aku sedih saat mengingat
masa-masa persahabatan ku di SD yang tak ku temui lagi di waktu masuk
SMP dan SMA.
Sepi tak ada yang perhatian tentu juga salah satu kendala ku saat
itu. Sampai akhirnya ku bertekad ingin pacaran. Dan, salah satu murid
kelas VII D menembakku. Aku harusnya senang karena kamu yang ku
kagumi selama ini ada di kelas itu. Tapi, sayangnya yang suka padaku
bukan lah kamu tapi temanmu. Aku kecewa. Tapi aku tak bisa lakukan
apa-apa, aku tak melihat respon mu padaku. Yang aku fikir waktu itu
kamu tak menyukaiku. Sampai akhirnya ku terima dia (temanmu) dengan
separuh hatiku. Tapi, aku berjanji dalam hatiku jika memang ini yang
terbaik untukku, aku akan jalani ini dengan sepenuh hati dan
bahagiakan dia.
Sejak jadian dengan nya, aku mulai mengenalmu dan teman-teman nya.
Sampai satu-satu dari temanku juga jadi pacar temanmu. Tapi, hubungan
ku dengan nya tidak begitu baik, dia sangat pemalu. Masa aku pacaran,
dia selalu malu.. Huu. Sampai akhirnya kita putus (aku dan dia)
Nah, inilah awal-awalnya ku mulai mengenalmu. Singkat cerita,
waktu itu Dwicky memanggilku di jam istirahat. Waktu itu aku berjalan
berdua dengan teman ku. Pas di depan perpustakaan dia mencegahku. Aku
kaget, apalagi dia bilang dia mau bicara berdua saja dengan ku.
Alamak, pikiranku kemana waktu itu. Aku fikir dia ada apa-apa lagi
sama aku. Hihi?. Tapi ternyata dia Cuma mau nyampein salam dari
temannya. Kirim salam? Dari siapa? Aku kaget waktu itu, tapi ya
sudahlah kataku. Aku tahu pasti dari ka Faiza (mantanku, temannya dan
temanmu). Aku ingin berlalu. tapi di stop in lagi. Bukan katanya,
tapi dari Sarah. Ooh… Hah! Aku jadi berubah, jadi semangat. Aku
tanya lagi Sarah mana? Dia jawab Sarah adryan. Deg-degan… Banget
sampai dwicky ketawa-ketawa, katanya mukaku memerah. Aku benar-benar
merasa itu seperti sebuah mimpi. Aku bilang tetap tak percaya pada
dwicky. Ya sudah, salam balik kataku sambil berlalu. Hmm… Betapa
senangnya hatiku saat itu?
Dan, malam itu kamu pun sms aku. Aku benar-benar merasa berada di
alam lain. Di tempat terindah. Aku benar-benar yakin setelah kamu
bilang, kalau gak percaya besok kita ketemuan. So pasti lah aku
senang banget. Malahan malam ingin segera ku ganti pagi kalau bisa.
Hehe
Sejak bertemu kamu, sms kamu dan telepon-teleponan. Sejak itu kita
mulai akrab, bahkan kita juga sering nyanyi bareng. Hal yang tak kan
pernah ku lupakan saat aku nyanyikan lagu “the way you look at me”
pada sarah tapi kamu yang menangis karena lagu itu, sebenarnya ku
menyanyikan itu dari hatiku terdalam untuk kamu. Entahlah, kita
memang sehati mungkin.
Pertama kali kamu nembak aku (17 desember 2009), aku merasa gugup,
aku takut teman-temanmu marah. Tapi, kamu selalu berusaha menenangkan
aku. Itu yang buat ku semakin sayang kamu. Akhirnya ku diterima kamu
jadi pacar, setelah aku bilang “AKU SAYANG KAMU, MAU KAH KAMU JADI
PACAR AKU? “. Kamu dah minta izin sama audita dan teman-teman mu
yang lain juga mendukung. Disitu ku tahu betapa seriusnya kamu.
Kita jalani semuanya dengan perasaan cinta. Hingga ku tahu,
ternyata sebanyak yang suka, banyak juga yang gak suka dengan
hubungan kita. Ingat kata-kata ini “srigala berbulu domba”. Yang
dilontarkan seseorang padamu. tentu saja karena dia tidak menyukai
kita. Tapi, kita tetap bersama. Bukan kamu saja yang merasa kan
dampak buruk itu, aku pun juga, aku tak disapa lagi sama senior yang
dulunya deket, dimarahi guru.
Oia, aku hampir lupa satu hal.. Sebelum kita benar-benar dekat,
kamu selalu saja semangat pergi ke kelasku untuk ambil absen. Apalagi
pas di dalam lokal sembari memperhatikanku. Hadduh, betapa keki nya
aku waktu itu. Sering ku di goda teman-teman sambil mereka pura-pura
batuk. Izz… Aku jadi malu?
Nah, waktu berlalu. Kita jadian. Banyak hal indah yang ku lewati
bersamamu. Meskipun begitu dukanya hidup juga sering kita lewati
bersama. Mungkin inilah yang disebut dengan cinta.
Aku lupa tepatnya tanggal berapa dan hari apa. Aku dan
teman-temanku akan berangkat pramuka, aku lupa itu bukan jambore tapi
sejenisnya. Sebelum berangkat kamu nyanyikan lagu adelle ‘love
song’ untukku. Hanya bagian reffnya. Aku begitu tersentuh karena ku
tahu kau menyanyikan nya dengan sepenuh hatiku. Betapa aku
mencintaimu. Sampai akhirnya aku berangkat dan meninggalkanmu untuk
sementara. Kamu tahu, di sepanjang perjalanan, difikiranku Cuma 1.
Cuma satu wajah kamu dan hatimu yang menari-nari di pikiranku. Ada
rasa sedih saat ku berpisah dengan mu, ada juga rasa bahagia, karena
ku tahu kau juga sangat mencintaiku. Itu yang ku rasa.
Tapi surprise untukku, kamu dan temanmu datang ke tempat ku
pramuka. Dan masih ku ingat, takkan ku lupa. Aku tanya, kenapa kamu
rela-rela jauh kesitu. Kamu bilang ‘itu karena kamu terlalu rindu
padaku’. Hal yang sama dengan yang aku rasa. Tak cukup disitu saat
kamu telah pulang kamu juga sering menelponku. Begitu seriusnya kamu
dengan ku. Aku juga sangat menyayangimu
Terlalu banyak kenangan indah yang kita lewati bersama, mungkin
tak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata di kertas ini. Aku hanya
ingin selalu mengingatnya dan tak kan melupakannya. Begitu juga yang
ku harapkan padamu. Aku ingin kamu selalu mengingatnya, sekalipun
kini kau telah tiada dan masa itu tak kan berulang lagi, meskipun
secuil.
Sar, tahukah kamu ku begitu merindukanmu.. Merindukan saat-saat
indah bersamamu. Saat kita maen ke villa, jalan bareng, makan bareng,
ke Alahan Panjang, ke bukit villa, ke pemandian air panas tempat
dwicky, waktu itu sama Zahra juga juga. Dan disaat itu lah pertama
kali kita kita jatuh dari motor, hufft… masih banyak lagi kejadian
yang tak kan terlupa di memory ini tentang kita. Aku juga sangat
ingat sekali saat kita main di panorama. Dan disitu kita saling
berjanji takkan mengecewakan satu sama lain dan sampai kita melakukan
‘sumpah’. (sampai sekarang ada hal yang menjadi penyesalanku
disini, dengan sumpah ini), dan seterusnya kita pergi maen ke
malioboro, jalan-jalan di kota Jogjakarta dan kamu juga berjanji akan
mengajakku jalan-jalan keliling kota Jogjakarta, yang mungkin itu
selamanya kan jadi janji… tak kan pernah jadi kenyataan?, waktu
kita mendapat bad experience di antara batu-batu itu. Aku benci
mereka!! Hufft… Ingat masa-masa sekolah, pagi itu kita sepayung
berdua, he.. Dan kita selalu menulis diary untuk ungkapkan isi hati
kita, masa yang tak pernah lagi ku lalui sampai hari ini. Oia, kita
pertama-tama jadian pernah main komputer bareng di tempat pak Anto,
dan kamu terus memperhatikanku saat aku pulang sampai ku benar-benar
tak tampak lagi olehmu. Kamu benar-benar perhatian padaku. Terus
waktu pertama kali kamu pegang tangan dan pinggang ku saat berfoto.
Aku tahu kamu juga grogi banget saat itu. Disana memang tempat paling
indah yang pernah ku singgahi bersama mu. Ada sungai dengan latar
belakangnya hutan, sangat alami. Aku ingin lagi kesana, tapi entah
lah dengan siapa?. Padahal waktu itu kita pergi nya kabur dari
rombongan supporter bola basket kan, kita pergi berempat. Aku, kamu,
aryu dan fadhal. kalau ingat ini aku jadi senyum-senyum sendiri.
Hehe, talanga bungo river.. Eh aku lupa nama tempatnya. Ckck
Hmm… Tak hanya itu, kamu juga pernah ke rumahku. Aku tahu, kamu
adalah cowok pertama yang datang ke rumah ku dan berani minta izin
sama ibu untuk ngajak aku jalan. Kamu memang cowok sejati and
responsible. Kejadian itu adalah saat penerimaan kelulusan kamu dan
akhirnya kita pergi jalan. Disaat itulah pertama kali aku ngasih kamu
hadiah dan sebuah surat. Tapi kini, surat itu tlah kembali padaku.
Dan tentunya tak seperti dulu lagi. Surat itu telah ada balasannya.
Dari kamu. Aku sedih, karena aku tahu hal itu saat kamu telah pergi
untuk selama-lamanya.
Dan, kamu tahu, ultahku yang paling berkesan adalah saat
bersamamu. Karena saat itu kita ngerayainnya di karang putih.
Seumur-umur waktu itu adalah the first time nya aku ngearayain ultah
sama pacarku sendiri. Dan itu adalah hari paling bahagia buat ku.
Sebahagia aku bisa mengenalmu. Setelah acara peniupan lilin dan
nyanyi ultah, kita pun main lemot-lemotan kue dan ujung-ujungnya
mandi deh sambil foto-foto. Waktu pulangnya, kamu memberiku kado yang
akhirnya ku tahu isinya baju. Saat memberi hadiah itu teman-teman
memang banyak yang tidak tahu, karena mereka telah jalan duluan. Aku
tahu kamu ingin katakan sesuatu atau apa. Tapi, aku gugup, aku hanya
ambil kado itu, minta terima kasih dan langsung mengajakmu naik ke
atas. Aku hanya takut kamu kan menciumku atau apa. Hehe, perasaanku.
Tapi bener loh, aku belum siap untuk hal itu.
Mungkin saat bersamamu, meskipun sebentar tapi sangat berkesan dan
aku rasa banyak hal indah yang kita jalani daripada yang buruk. Ingat
lagi, saat acara tour de singkarak danker waktu itu kita maen ke
villa. Kita bertemu kak Warti. Dan kita pun jalan-jalan bareng. Waktu
itu kita beli pop corn dan tanding-tanding siapa yang paling banyak
makannya. Hehe, ternyata kamu lebih rakus daripada aku.. Hehe, terus
kita juga naik kincir angin. Saat itu aku takut banget, tapi kamu
malah selalu berusaha tuk ngilangin rasa takutku. Kamu selalu
berusaha untuk buat ku berani. Dan akhirnya aku nyerah dan mengikuti
mau kamu untuk naik permainan itu. Dan, kenyataanya aku tetap saja
tak bisa kalahkan rasa takutku. Sering ku tutup mata dan memegangmu
kuat-kuat saat permainan itu semakin lama semakin kencang. Eh kamunya
malah ketawa-ketawa melihatku ketakutan seperti itu. Hmm…
Pengalaman kita. Sekarang tour de singkarak tak pernah lagi ku ikuti.
Seperti apa acaranya aku gak tau.
Kenang-kenangan bersama mu terlalu banyak dan berarti untuk
hidupku. Karena dari situ aku mengerti dengan kata cinta, akan
pentingnya pengorbanan dalam suatu hubungan. Sering juga aku ngambek
gara-gara kamu atau kamu marah padaku karena cemburu. Tapi itu tak
berlangsung lama. Sampai akhirnya kita memang menemukan masalah besar
dalam masa hubungan kita. Semua itu berawal semenjak kamu mulai
kuliah dan meninggalkan aku yang masih tetap di kampung, karena waktu
itu aku baru naik ke kelas IX. Banyak yang bilang kalau orang
baru-baru SMA pasti dia akan bertemu dengan orang-orang yang baru
pula dan tak menutup kemudian orang-orang kota lebih sempurna
daripada orang kampung. Aku pun semakin terpengaruh dengan kata-kata
seperti itu semenjak kamu sudah mulai jarang menghubungiku dan jarang
pulang. Jika ditanya, alasan mu sering berbelit-belit. Lama-lama aku
pun jadi berubah, rasa cinta yang dulu besar sedikit demi sedikit
mulai terkikis karena rasa cemburu dan curiga melebihi besarnya
tubuhku? maksudku lebih besar daripada rasa cinta dan kasihku.
Hingga kejadian di malam itu. Aku di sms oleh A temanmu, dia
memang sudah lama naksir aku bahkan lebih dulu daripada kamu. Tapi
aku gak pernah suka, makanya tak pernah aku terima. Tapi, smsnya
malam itu, dia bilang ingin bertemu aku, walau untuk terakhir
kalinya. Karena dia juga akan pergi jauh katanya. Bodohnya entah
karena ku sengaja, aku pun malah minta izin sama kamu. Padahal ku
tahu, hubungan kita sudah mulai memburuk juga waktu itu. Saat kau
memberi tahu kamu, aku pun kaget dengan jawaban kamu. Karena saat itu
kamu mengizinkan aku bertemu dia, sebenarnya kamu udah ngasih
pengertian sih sama aku. Cuma aku nya aja yang waktu itu bawaannya
juga sedikit kesel sama kamu. Sampai akhirnya kamu bolehin aku
bertemu dia.
Inilah awal kehancuran hubungan kita. Pagi itu aku sudah berniat
tak kan jadi menemui dia (si A), tapi gak tahunya pas pulang sekolah,
baru sepermpat jalan menuju rumahku. Aku dapat sms dari kamu dan
isinya… sungguh mengecewakan. Kamu bilang kamu mau cari pacar baru
di jakarta dengan alasan kamu sendiri yang tak punya cewek disana.
Kamu ingin seperti teman-teman mu, kalau malam mingguan bisa keluar
dan bertemu pacarnya. Dan tentu aku tahu ini adalah yang paling sulit
untuk ku terima begitu saja. Sakittt… Banget rasanya hati ini. Tapi
aku tak bisa lakukan apa-apa. Akhirnya 180 derajat ku langsung
berubah pikiran dan aku pun menemui si A tadi. Walau hanya dengan
hati yang terpaksa dan sakit. Bersama si A ku tak ingin cerita what
happen yang terjadi.. Beause it so bad in my life.
Malamnya kamu masih sms aku. Perasaan lain ku baca sms kamu.
Karena ku tahu saat itu kamu sms aku Cuma terpaksa dan mungkin Cuma
untuk nyindir aku. Tapi aku tetap jujur pada kamu. Karena jauh di
lubuk hatiku terdalam, aku Cuma sayang kamu. Ingin rasanya hubungan
kita tuh baik-baik saja. Tapi, memang takdir yang telah berkata lain.
I didnt know, what should i do.
Dan the bad experience benar-benar membuat hubungan kita hancur.
Malam itu juga kamu sms aku dengan kata-kata yang tak pernah ku duga
kan kau katakan itu padaku. Aku sangat terpukul. Dua sms dengan isi
dua layar kamu kirim di jam 12 malam. Mungkin saat itulah telah
benar-benar puas memaki diriku. Aku hanya terdiam membaca sms mu. Tak
ada yang bisa ku ucap, lidah ku terasa kelu, tubuhku lemah tak
berdaya. Aku benar-benar tidak mempercayainya. Hanya air mata yang
secara spontan mengalir di pipiku. Aku benar-benar terpukul, hidupku
hancur, hanya itu perasaan yang tersisa untukku.
Bersambung...