Minggu, 16 Maret 2014

MITOS KUCING HITAM DARI BEBERAPA NEGARA

MITOS KUCING HITAM DARI BEBERAPA NEGARA


SERING kita jumpai dalam sebuah tayangan film horor, selalu menghadirkan seekor kucing hitam sebagai latar atau figuran. Aksesoris kucing hitam juga sering kali muncul dalam acara yang berkaitan dengan dunia mistis.
Seperti menjelang malam Hallowen, simbol kucing hitam dijual dalam bentuk boneka kecil atau gantungan kunci. Binatang bermata menyala waktu malam hari ini selalu dikaitkan dengan dunia sihir atau magic.
Sebagian masyarakat percaya bahwa kehadiran kucing hitam selalu diidentikkan dengan datangnya bangsa lelembut atau hantu. Biasanya kucing hitam tak datang di sembarang tempat dan waktu.
Hanya tempat-tempat sepi dan wingit saja yang menjadi tempat kesukaan munculnya kucing hitam.
Sebagian masyarakat mempercayai kehadiran kucing hitam adalah pertanda keangkeran. Dimana kucing hitam dijumpai, pasti di sekitar lokasi tersebut sedang ada hantu atau bangsa lelembut lain yang tengah melakukan penampakan atau sekedar melintas. Huh serem banget!
Kepercayaan akan kucing hitam bermula dari sejarah di jaman Babylonia kuno tempo dulu. Saat itu kucing hitam dipersembahkan dalam upacara ritual untuk dibakar bersama sesaji lainnya. Mitos ini timbul karena ada seekor kucing hitam yang tidur di tengah-tengah seekor ular dengan pulasnya, padahal saat itu ular merupakan lambang dari kejahatan.
Pemahaman ini terus berkembang hingga abad pertengahan.
1. Di Jerman,
ada kepercayaan bahwa apabila ada seekor kucing hitam yang lompat ke tempat tidur orang sakit, kematian akan datang pada orang yang sakit itu.
2. Normandia,
mereka percaya apabila dalam perjalanan Anda melihat seekor kucing hitam yang sedang menyebrang di tengah bulan purnama, mereka percaya bahwa Anda akan terserang suatu epidemik.
3. Finlandia,
masyarakat di sana percaya bahwa kucing hitamlah yang membawa jiwa manusia ke alam baka.
4. China,
kehadiran seekor kucing hitam merupakan pertanda bahwa mereka akan terkena penyakit atau akan jatuh miskin.
5. India,
jiwa yang bereinkarnasi dapat dibebaskan dengan melempar kucing hitam ke api.
6. Bengali
bahwa ada seorang wanita yang dapat merubah jiwa manusia menjadi seekor kucing hitam, dan setiap kucing hitam yang disakiti akan menyakiti wanita itu juga.
7. Celts
percaya bahwa kucing hitam dapat memprediksi masa depan.
8. Druids
pada masa Inggris kuno percaya bahwa kucing merupakan jelmaan seseorang yang berbuat jahat di masa lalunya kemudian di hukum menjadi seekor kucing hitam.
Nah, salahkan para druids, karena merekalah yang telah menghubung-hubungkan kucing hitam dengan Halloween, hantu dan para penyihir.
Ada juga kepercayaan lain, yang mengatakan bahwa kucing hitam ini merupakan salah satu penyamaran para penyihir. Walaupun tidak ada saksi yang pernah menyaksikan ada penyihir yang berubah menjadi seekor kucing hitam atau seekor kucing hitam yang berubah menjadi seorang penyihir, tetapi mereka mengatakan bahwa suatu hari mereka menyakiti seekor kucing hitam dan kucing hitam itu terluka, dan keesokan harinya mereka menemukan luka yang sama di tempat yang sama kucing itu terluka pada seorang wanita.

Kepercayaan lain mengatakan bahwa kucing hitam adalah partner para penyihir untuk menyelesaikan their evil deeds. Mereka akan terbang dengan sapu lidi mereka dan mulai membuat keributan tetapi kepercayaan yang satu ini diakhiri dengan memberikan mereka permen-permen yang manis untuk mengantisipasi para penyihir itu agar tidak membuat keonaran. Percaya atau tidak, apakah kucing hitam ada hubungannya dengan dunia spiritual itu semua terserah Anda.

Mitos Dari Cirebon - INDONESIA

Mitos ruas jalan yang pantang dilalui pejabat  (Cirebon, jawa barat )

Assalamualaikum Wr. Wb.

Negara Indonesia yang kaya dengan budaya dan sumber daya alam yang melimpah ini ternyata juga menyimpan berbagai kisah misteri. Seperti di jawa barat yang mempunyai banyak mitos.

Dan di blog saya yang kali ini, saya akan menceritakan salah satu mitosnya yaitu tentang “Mitos ruas jalan yang pantang dilalui pejabat” yang berasal dari daerah cirebon, tanah kelahiran saya sendiri..

Sedikit tentang mitos,

Secara sederhana, mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya “salah” tetapi dianggap “benar” karena eksistensinya yang telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat, khususnya didaerah dimana mitos itu berterbangan bebas.

Kembali pada mitos yang saya akan bahas..

Beberapa ruas jalan di Kota Cirebon, Jawa Barat, konon pantang dilalui oleh pejabat. Benarkah pejabat yang nekat lewat jalan itu akan lengser dari jabatannya, tanpa sebab yang jelas?

Mitos ini berkembang sejak lama di kalangan warga Cirebon. Turun temurun warga memercayai bahwa ada sejumlah ruas jalan di Cirebon yang sangat pantang dilalui oleh pejabat. Terutama pejabat asal luar daerah, lebih-lebih yang tidak memiliki “trah” atau keturunan dari Kanjeng Sunan Gunung Jati atau Syeikh Syarif Hidayattullah. Pejabat yang tidak memercayai mitos lalu nekad melintas di “jalan terlarang”, “Maka niscaya dia akan turun jabatan, entah karena dilengserkan oleh atasan atau sebab lainnya,” tutur Ny Rumini (65) saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Ibunda seorang dokter kepala sebuah rumah sakit ternama di Bogor ini lebih lanjut bercerita, salah satu ruas jalan yang paling pantang dilintasi oleh pejabat adalah Jalan Karanggetas. Konon, berdasarkan tinutur leluhurnya, pantangan tersebut muncul dari cerita kuno di jaman Wali Sanga dulu. Saat itu di daerah tersebut bermukim seorang sakti mandraguna yang mengelana ke berbagai negeri untuk menuntut ilmu. “Beliau mencari guru spiritual. Dengan catatan sang guru harus mampu mengalahkan kesaktiannya dulu,” tutur Ny Rumini seraya menceritakan, bahwa saat itu tidak ada seorang pun di Tatar Cirebon yang mampu mengalahkan kesaktian sang pengelana yang di kemudian hari dikenal dengan nama Syeikh Magelung Sakti.

Entah berapa banyak tetua dan pendekar Cirebon yang dihadapi oleh Syeikh Magelung Sakti, namun tidak seorang pun yang mampu menumbangkan kesaktiannya. Padahal saat itu diceritakan Syeikh Magelung Sakti tidak menunjukkan kedigjayaan dalam bentuk jurus-jurus silat atau semacamnya, tetapi hanya meminta lawan untuk memotong/memangkas rambut panjangnya.

Alkisah, hadirnya pengelana sakti di Cirebon terdengar juga oleh Sunan Gunung Jati. Akhirnya melalui perantara seorang abdi setianya, Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayattullah dipertemukan dengan Syeikh Magelung Sakti. Konon saat mereka bertemu, Syeikh Magelung Sakti sempat memandang sebelah mata kepada Sunan Gunung Jati yang memang saat itu berpenampilan basajan (sangat sederhana). Beliau sama sekali tidak menunjukkan kemampuan dirinya sebagai Waliyullah. Namun siapa sangka di balik sosok Sunan Gunung Jati yang basajan itu sarat ilmu luar biasa yang mampu menundukkan kesaktian Syeikh Magelung Sakti. “Menurut tinutur leluhur, Kanjeng Sunan Gunung Jati bisa memangkas gelungan rambut Syeikh Magelung Sakti hanya dengan menggunakan jari tangan,” lanjut Ny Rumini dengan logat cirebonan yang kental. Syeikh Magelung Sakti pun akhirnya menjadi pengikut Sunan Gunung Jati.

Sejak peristiwa itulah daerah tersebut dikenal dengan nama Karanggetas (Karang = batu karang yang memiliki tingkat kekerasan lebih dibanding batu biasa, getas = putus, potong). Sayangnya pada kesempatan itu Ny Rumini, maupun sumber-sumber lainnya, tidak menyebutkan mengapa lahir “tulah” di kemudian hari Jalan Karanggetas pantang dilintasi pejabat.

Dari penelusuran lain diperoleh keterangan, selain ruas Jalan Karanggetas masih ada ruas jalan di Cirebon yang konon pantang dilintasi oleh pejabat. Ruas jalan tersebut adalah Jalan Jabang Bayi (Jalan Kesambi), Jalan By Pass (sekitar Obyek Wisata Gua Sunyaragi), persimpangan Jalan Winaon – Jalan Karanggetas. Benar tidaknya cerita berbau mitos tersebut, terserah kepada sang pembaca. Yang jelas pejabat enggan melintas di ruas jalan itu konon adalah pejabat-pejabat yang memiliki “agem-agem”, bekal dari pendamping spiritual (baca: dukun) pribadi mereka! Wallahu’alam bissawab

Demikian cerita singkat tentang Mitos dari Daerah Cirebon yang dapat saya sampaikan..

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





Sumber Cerita :