UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI

Disusun
Oleh:
Nama : Ilham Falah Bimantoro (14513270)
Munik
Mutiara (16513210)
Kelas : 4PA10
Jurusan : Psikologi
Dosen : Jessica Permatasari
DEPOK
2016
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ………………………………………………………………..
BAB I
Pendahuluan
...................................................................................................
BAB
II
Kecerdasaan Buatan
............................................................................
Sistem Pakar
......................................................................................
BAB
III
Kelebihan
.........................................................................................................
Kekurangan.......................................................................................................
BAB I
Pendahuluan
Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami
banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang
semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh
para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di berbagai
bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan dan
sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer
agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu
komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti
dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Sistem cerdas (intelligent system)
adalah sistem yang dibangun dengan menggunakan teknik-teknik artificial
intelligence. Salah satu yang dipelajari pada kecerdasan buatan adalah teori
kepastian dengan menggunakan teori Certainty Factor (CF) (Kusumadewi, 2003).
Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis
pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk
problema-problema 2 Rohman & Fauzijah – Aplikasi Sistem Pakar untuk
Menentukan Jenis Gangguan pada Anak dalam suatu domain yang spesifik. Sistem
pakar merupakan program komputer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan
pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar
banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai
cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer
sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas.
Irisan antara psikologi dan sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal
dengan nama cognition & psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil
dari seorang manusia yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu
berusaha meniru metodelogi dan kinerjanya (performance) (Kusumadewi, 2003).
Salah satu
implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk
sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak
merupakan fase yang paling rentan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu
tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah
conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak
sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak
bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi
perkembangan sosial anak tersebut.
Tujuan dari jurnal ini adalah menghasilkan suatu
sistem yang dapat digunakan untuk melakukan diagnosis gangguan pada
perkembangan anak yang mampu membuat suatu keputusan yang sama, sebaik dan
seperti pakar.
BAB II
v Kecerdasaan Buatan
Kecerdasan buatan
dapat didefinisikan sebagai mekanisme pengetahuan yang ditekankan pada
kecerdasan pembentukan dan penilaian pada alat yang menjadikan mekanisme itu,
serta membuat komputer berpikir secara cerdas. Kecerdasan buatan juga dapat
didefinisikan sebagai salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin
(komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.
Teknologi
kecerdasan buatan dipelajari dalam bidang-bidang, seperti: robotika,
penglihatan komputer (computer vision), jaringan saraf tiruan (artifical neural
system), pengolahan bahasa alami (natural language processing), pengenalan
suara (speech recognition), dan sistem pakar (expert system).
v Sistem Pakar
Sistem pakar (expert system) secara umum
adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para
ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan
diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat
menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan
sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’
rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang
berpengalaman. Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI)
yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan
tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem
solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Sampai saat ini sudah
banyak sistem pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL,
SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya (Kusumadewi, 2003).
Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar sebagai berikut
(Kusumadewi, 2003):
a.
Sistem
Konvensional
1.
Informasi dan pemrosesan umumnya digabung
dalam satu program sequential
2.
Program tidak
pernah salah (kecuali pemrogramnya yang salah)
3.
Tidak
menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh
4.
Data harus
lengkap
5.
Perubahan pada
program merepotkan 6. Sistem bekerja jika sudah lengkap.
b.
Sistem Pakar
1.
Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (inference)
2.
Program bisa melakukan kesalahan
3.
Penjelasan (explanation) merupakan bagian dari ES
4.
Data tidak harus lengkap
5.
Perubahan pada rules dapat dilakukan dengan mudah
6.
Sistem bekerja secara heuristik dan logik
Suatu sistem dikatakan sistem pakar apabila memiliki
ciri-ciri sebagai berikut (Kusumadewi, 2003):
1.
Terbatas pada
domain keahlian tertentu
2.
Dapat
memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti
3.
Dapat
mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat
dipahami
4.
Berdasarkan
pada kaidah atau rule tertentu
5.
Dirancang untuk
dikembangkan sacara bertahap
6.
Keluarannya
atau output bersifat anjuran
BAB III
Kelebihan :
1.
Masyarakat awam
non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran
langsung seorang pakar
2.
Meningkatkan
produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta
hasil solusi kerja
3.
Penghematan
waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks
4.
Memberikan
penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang
5.
Pengetahuan
dari seorang pakar dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu
6.
Memungkinkan
penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk
dikombinasikan.
Kekurangan :
1.
Daya kerja dan
produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara
otomatis oleh sistem
2.
Pengembangan
perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak
konvensional.
Daftar Pustaka :
http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33478255/bta_3_1.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAJ56TQJRTWSMTNPEA&Expires=1477832464&Signature=60smAMO%2FCrjL7Ma6V9tIMR95V9A%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DRANCANG_BANGUN_APLIKASI_SISTEM_PAKAR_UNT.pdf