Selasa, 15 November 2016

 Kecerdasaan Buatan  Sistem Pakar (Tugas Kelompok)

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxpPfaKuOc7WPHiFn_NWN4ZmgIisuovlr1TfTc13z_JruHc2IeHcj5TF6DjDvuHuzmz0yhGjWVUziDbLayNx1tbPpkZZIvmnGhA1hrQ2S0M7Mrj9qsHlesuXSx7wr6Eol9lNS_K5G6rmg/s1600/logo_gunadarma2.jpg













Disusun Oleh:
Nama                          :  Ilham Falah Bimantoro (14513270)
                                       Munik Mutiara (16513210)
Kelas                           :  4PA10
Jurusan                      :  Psikologi
Dosen                          :  Jessica Permatasari


DEPOK
2016




DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ………………………………………………………………..      

BAB I
Pendahuluan ...................................................................................................
BAB II
Kecerdasaan Buatan ............................................................................
Sistem Pakar ......................................................................................

BAB III
Kelebihan .........................................................................................................
Kekurangan.......................................................................................................



















BAB I
Pendahuluan
Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Sistem cerdas (intelligent system) adalah sistem yang dibangun dengan menggunakan teknik-teknik artificial intelligence. Salah satu yang dipelajari pada kecerdasan buatan adalah teori kepastian dengan menggunakan teori Certainty Factor (CF) (Kusumadewi, 2003).
Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema 2 Rohman & Fauzijah – Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan pada Anak dalam suatu domain yang spesifik. Sistem pakar merupakan program komputer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition & psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru metodelogi dan kinerjanya (performance) (Kusumadewi, 2003).
 Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak merupakan fase yang paling rentan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut.
Tujuan dari jurnal ini adalah menghasilkan suatu sistem yang dapat digunakan untuk melakukan diagnosis gangguan pada perkembangan anak yang mampu membuat suatu keputusan yang sama, sebaik dan seperti pakar.























BAB II
v  Kecerdasaan Buatan
Kecerdasan buatan dapat didefinisikan sebagai mekanisme pengetahuan yang ditekankan pada kecerdasan pembentukan dan penilaian pada alat yang menjadikan mekanisme itu, serta membuat komputer berpikir secara cerdas. Kecerdasan buatan juga dapat didefinisikan sebagai salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.

Teknologi kecerdasan buatan dipelajari dalam bidang-bidang, seperti: robotika, penglihatan komputer (computer vision), jaringan saraf tiruan (artifical neural system), pengolahan bahasa alami (natural language processing), pengenalan suara (speech recognition), dan sistem pakar (expert system).

v  Sistem Pakar
 Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman. Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya (Kusumadewi, 2003). Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar sebagai berikut (Kusumadewi, 2003):
a.       Sistem Konvensional
1.       Informasi dan pemrosesan umumnya digabung dalam satu program sequential
2.      Program tidak pernah salah (kecuali pemrogramnya yang salah)
3.      Tidak menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh
4.      Data harus lengkap
5.      Perubahan pada program merepotkan 6. Sistem bekerja jika sudah lengkap.
b.       Sistem Pakar
1. Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (inference)
2. Program bisa melakukan kesalahan
3. Penjelasan (explanation) merupakan bagian dari ES
4. Data tidak harus lengkap
5. Perubahan pada rules dapat dilakukan dengan mudah
6. Sistem bekerja secara heuristik dan logik

Suatu sistem dikatakan sistem pakar apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Kusumadewi, 2003):
1.      Terbatas pada domain keahlian tertentu
2.      Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti
3.      Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami
4.      Berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu
5.      Dirancang untuk dikembangkan sacara bertahap
6.      Keluarannya atau output bersifat anjuran















BAB III

Kelebihan :
1.      Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung seorang pakar
2.      Meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja
3.      Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks
4.      Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang
5.      Pengetahuan dari seorang pakar dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu
6.      Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan.
Kekurangan :
1.      Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh sistem
2.      Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak konvensional.











Daftar Pustaka :

http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33478255/bta_3_1.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAJ56TQJRTWSMTNPEA&Expires=1477832464&Signature=60smAMO%2FCrjL7Ma6V9tIMR95V9A%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DRANCANG_BANGUN_APLIKASI_SISTEM_PAKAR_UNT.pdf

Analisis test IQ manual dan test IQ berbasis Komputer (Tugas Individu)

Analisis test IQ manual dan test IQ berbasis Komputer
Tes intelegensi atau tes IQ adalah suatu kegiatan pengukuran atau penilaian melalui upaya yang sistematik untuk mengungkap aspek-aspek psikologi tertentu dari individu. Tes intelegensi sering digunakan berbagai kalangan seperti di sekolah dalam menentukan jurusan atau di perkantoran dalam seleksi pegawai. Tes intelegensi ini dapat dilakukan secara manual dan komputer .

 Berikut ini adalah penjelasan mengenai tes IQ manual dan tes IQ berbasis komputer:
a.      Tes IQ yang biasa dilakukan adalah secara manual. Tes ini biasanya dilakukan secara individu atau kelompok disuatu ruangan. Peserta diminta menjawab pertanyaan terbuka atau tertutup. Jawaban bisa ditulis oleh testee maupun tester. Setelah tes selesai kemudian tester melakukan scoring. Pada tahap scoring ini tester membutuhkan waktu lama, karena tester harus memeriksa satu per satu jawaban yang dijawab testee. Setelah dilakukan scoring dilakukan interpretasi oleh psikolog.
·         Kelebihan dari tes IQ manual, akan lebih banyak orang mengerti dengan instruksi pada test IQ manual dibandingkan dengan test IQ berbasis komputer.
·         Kelemahannya adalah membutukan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil scoring.

b.      Tes IQ yang dilakukan melalui komputer dapat memudahkan testee dalam pengisian tes, karena testee tidak diharuskan membawa alat tulis. Testee diminta untuk mengerjaan pertanyaan terbuka atau tertutup melalui sebuah aplikasi di komputer. Setelah testee menjawab semua pertanyaan yang ada, barulah tester mulai melakukan scoring melalui computer pula. Pengerjaan dan proses scoring sangatlah mudah, hanya dengan beberapa klik saja sudah mendapatkan hasil. Tes IQ melalui komputer sudah terprogram dengan baik dan meminimalisir kesalahan saat mengerjakan tes IQ.
·         Kelebihannya dari test IQ berbasis komputer tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil scoring dan testee tidak perlu menyiapkan alat tulis.

·         Kelemahannya adalah tidak semua orang mengerti dengan instruksi test IQ berbasis komputer, salah satu faktor yang menyebabkan adalah usia.