Jumat, 24 Juni 2016

THERAPY BEHAVIOR

THERAPY BEHAVIOR
A.    Pengertian dan Konsep Utama Behavior Therapy
Behavior Therapy (behavior modification) merupakan sebuah pendekatan psikoterapi didasarkan pada teori pembelajaran yang bertujuan untuk menyembuhkan sakit kejiwaan (psikopatologi) dengan teknik-teknik yang dirancang untuk memperkuat perilaku yang diinginkan dan menyingkirkan perilaku yang tidak diinginkan (Wikipedia, 2011).
Selain itu Terapi perilaku adalah istilah yang mengacu, baik itu pada psiko, perilaku analitis, atau kombinasi dari dua terapy. Dalam arti luas, metode yang terfokus pada salah satu perilaku adil atau kombinasi dengan pikiran dan perasaan yang mungkin jadi penyebab.
Menurut Marquis, terapi tingkah laku adalah suatu teknik yang menerapkan informasi-informasi ilmiah guna menemukan pemecahan masalah manusia. Jadi tingkah laku berfokus pada bagaimana orang-orang belajar dan kondisi-kondisi apa saja yang menentukan tingkah laku mereka.
Istilah terapi tingkah laku atau konseling behavioristik berasal dari bahasa Inggris Behavior Counseling yang untuk pertama kali digunakan oleh Jhon D. Krumboln (1964). Krumboln adalah promotor utama dalam menerapkan pendekatan behavioristik terhadap konseling, meskipun dia melanjutkan aliran yang sudah dimulai sejak tahun 1950, sebagai reaksi terhadap corak konseling yang memandang hubungan antar pribadi, antara konselor dan konseling sebagai komponen yang mutlak diperlukan dan sekaligus cukup untuk memberikan bantuan psikologis kepada seseorang. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antar pribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah, sedangkan perubahan nyata dalam prilaku konseling memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah.


B.     Tujuan Behavior Therapy
·         Untuk menyembuhkan sakit kejiwaan (psikopatologi) dengan teknik-teknik yang dirancang untuk memperkuat perilaku yang diinginkan dan menyingkirkan perilaku yang tidak diinginkan.
·         Pemeliharaan perubahan perilaku
·         Menciptakan proses baru bagi proses belajar, karena segenap tingkah laku adalah dipelajari.
Ada beberapa kesalahpahaman tentang tujuan terapi tingkah laku, antara lain :
·         Bahwa tujuan terapi semata-mata menghilangkan gejala suatu gangguan tingkah laku dan setelah gejala itu terhapus, gejala baru akan muncul karena penyebabnya tidak ditangani.
·         Tujuan klien ditentukan dan dipaksanakan oleh terapi tingkah laku

C.    Ciri-Ciri Behavior
Adapun ciri-ciri terapi tingkah laku itu sendiri adalah :
1.      Pemusatan perhatian pada tingkah laku yang tampak dan spesifik
2.      Kecermatan dan penguraian tujuan-tujuan treatment
3.      Perumusan prosedur treatment yang spesifik yang sesuai dengan masalah
4.      Penaksiran obyektif atau hasil-hasil terapi.

D.    Kegunaan Behavior Therapy
Terapi tigkah laku dapat digunakan dalam menyembuhkan berbagai gangguan tingkah laku dari yang sederhana hingga yang kompleks, baik individu atau kelompok. Di samping itu terapi tingkah laku dapat dilaksanakan oleh guru, pelatih, orang tua atau pasien itu sendiri.

E.     Teknik-teknik Behavior Therapy
Terapi perilaku didasarkan pada teori pengkondisian klasik. Premis adalah bahwa semua perilaku dipelajari, faulty learning/ pembelajaran yang salah (yaitu conditioning) merupakan penyebab perilaku abnormal. Oleh karena itu individu harus belajar perilaku yang benar atau diterima. Sebuah fitur penting dari terapi perilaku adalah fokus pada masalah saat ini dan perilaku, dan upaya untuk menghapus perilaku bermasalah  pasien.
Ada lima macam teknik terapi tingkah laku, yaitu :
1.      Desensitisasi Sistematik
Teknik ini digunakan untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negative dan menyertakan pemunculan tingkahlaku yang hendak dihapus.
2.      Teknik Inflosif dan Pembanjiran
Teknik ini berlandasakan kepada paradigma penghapusan eksperimental. Teknik ini terdiri atas pemunculan stimulus dalam kondisi berulang-ulang tanpa memberikan penguatan.
3.      Latihan Asertif
Teknik ini diterapkan pada individu yang mengalami kesulitan menerima kenyataan bahwa menegaskan diri adalah tindakan yang layak benar. Latihan atau teknik ini membantu orang yang :
·         Tidak mampu mengungkapkan kemarahan atau perasaan tersinggung
·         Memiliki kesulitan untuk mengatakan tidak
·         Dan bentuk lainnya
4.      Teknik Aversi
Teknik ini digunakan untuk meredakan gangguan behavioral yang spesifik dengan stimulus yang menyakitkan sampai stimulus yang tidak diinginkan terhambat kemunculannya. Stimulus aversi ini biasanya berupa hukuman dengan kejutan listrik atau pemberian ramuan yang memualkan.
5.       Pengkondisian Operan
Tingkah laku operan adalah tingkah laku yang memancar yang mencari ciri organisme yang aktif, yang beroperasi di lingkungan untuk menghasilkan akibat-akibat.

F.     Kelebihan dan Kekurangan Behavior Therapy
a.      Kelebihan
·         Pendekatan ini menekankan bahwa proses konseling dipandang sebagai proses belajar yang akan menghasilkan perubahan perilaku konseli secara nyata.
·         Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas yang besar, karena tujuan konseling dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan konseli.
·         Pendekatan ini akan membantu individu untuk bisa membekali dirinya untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan.

b.      Kelemahan
·         Pendekatan ini kurang bermanfaat untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan kehilangan makna dalam hidup. Dengan kata lain, konseling ini hanya menangani kasus berupa cara bertingkah laku yang salah/tidak sesuai.










Sumber :
Gunarsa, Singgih D. 2004. Bunga Rampai Psikologi Perkembangan dari Anak sampai Usia Lanjut. Jakarta : SDG
Gerald Corey, Konseling dan Psikoterapi,  Refika Aditama, 2009, Bandung
Michel Hersen, Encyclopedia of Psychotherapy, Pacific University, Forest Grove, Oregon. AP.