THERAPY BEHAVIOR
A.
Pengertian dan
Konsep Utama Behavior Therapy
Behavior
Therapy (behavior modification) merupakan sebuah pendekatan psikoterapi didasarkan pada
teori pembelajaran yang bertujuan untuk menyembuhkan sakit kejiwaan
(psikopatologi) dengan teknik-teknik yang dirancang untuk memperkuat perilaku
yang diinginkan dan menyingkirkan perilaku yang tidak diinginkan (Wikipedia,
2011).
Selain
itu Terapi perilaku adalah istilah yang mengacu, baik itu pada psiko, perilaku
analitis, atau kombinasi dari dua terapy. Dalam arti luas, metode yang terfokus
pada salah satu perilaku adil atau kombinasi dengan pikiran dan perasaan yang
mungkin jadi penyebab.
Menurut
Marquis, terapi tingkah laku adalah suatu teknik yang menerapkan
informasi-informasi ilmiah guna menemukan pemecahan masalah manusia. Jadi
tingkah laku berfokus pada bagaimana orang-orang belajar dan kondisi-kondisi
apa saja yang menentukan tingkah laku mereka.
Istilah
terapi tingkah laku atau konseling behavioristik berasal dari bahasa
Inggris Behavior Counseling yang untuk pertama kali digunakan
oleh Jhon D. Krumboln (1964). Krumboln adalah promotor utama dalam menerapkan
pendekatan behavioristik terhadap konseling, meskipun dia melanjutkan aliran
yang sudah dimulai sejak tahun 1950, sebagai reaksi terhadap corak konseling
yang memandang hubungan antar pribadi, antara konselor dan konseling sebagai
komponen yang mutlak diperlukan dan sekaligus cukup untuk memberikan bantuan
psikologis kepada seseorang. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antar
pribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah, sedangkan perubahan nyata dalam
prilaku konseling memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah.
B.
Tujuan Behavior
Therapy
·
Untuk menyembuhkan
sakit kejiwaan (psikopatologi) dengan teknik-teknik yang dirancang untuk
memperkuat perilaku yang diinginkan dan menyingkirkan perilaku yang tidak
diinginkan.
·
Pemeliharaan
perubahan perilaku
·
Menciptakan proses
baru bagi proses belajar, karena segenap tingkah laku adalah dipelajari.
Ada
beberapa kesalahpahaman tentang tujuan terapi tingkah laku, antara lain :
·
Bahwa tujuan terapi
semata-mata menghilangkan gejala suatu gangguan tingkah laku dan setelah gejala
itu terhapus, gejala baru akan muncul karena penyebabnya tidak ditangani.
·
Tujuan klien
ditentukan dan dipaksanakan oleh terapi tingkah laku
C.
Ciri-Ciri Behavior
Adapun ciri-ciri
terapi tingkah laku itu sendiri adalah :
1.
Pemusatan
perhatian pada tingkah laku yang tampak dan spesifik
2.
Kecermatan
dan penguraian tujuan-tujuan treatment
3.
Perumusan
prosedur treatment yang spesifik yang sesuai dengan masalah
4.
Penaksiran
obyektif atau hasil-hasil terapi.
D.
Kegunaan Behavior
Therapy
Terapi
tigkah laku dapat digunakan dalam menyembuhkan berbagai gangguan tingkah laku
dari yang sederhana hingga yang kompleks, baik individu atau kelompok. Di
samping itu terapi tingkah laku dapat dilaksanakan oleh guru, pelatih, orang
tua atau pasien itu sendiri.
E. Teknik-teknik Behavior Therapy
Terapi perilaku
didasarkan pada teori pengkondisian klasik. Premis adalah bahwa semua perilaku
dipelajari, faulty learning/ pembelajaran yang salah (yaitu conditioning)
merupakan penyebab perilaku abnormal. Oleh karena itu individu harus belajar
perilaku yang benar atau diterima. Sebuah fitur penting dari terapi perilaku
adalah fokus pada masalah saat ini dan perilaku, dan upaya untuk menghapus
perilaku bermasalah pasien.
Ada lima macam teknik
terapi tingkah laku, yaitu :
1.
Desensitisasi
Sistematik
Teknik ini digunakan
untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negative dan menyertakan
pemunculan tingkahlaku yang hendak dihapus.
2.
Teknik Inflosif dan
Pembanjiran
Teknik ini
berlandasakan kepada paradigma penghapusan eksperimental. Teknik ini terdiri
atas pemunculan stimulus dalam kondisi berulang-ulang tanpa memberikan
penguatan.
3.
Latihan Asertif
Teknik ini diterapkan
pada individu yang mengalami kesulitan menerima kenyataan bahwa menegaskan diri
adalah tindakan yang layak benar. Latihan atau teknik ini membantu orang
yang :
·
Tidak mampu
mengungkapkan kemarahan atau perasaan tersinggung
·
Memiliki kesulitan
untuk mengatakan tidak
·
Dan bentuk lainnya
4.
Teknik Aversi
Teknik ini digunakan
untuk meredakan gangguan behavioral yang spesifik dengan stimulus yang
menyakitkan sampai stimulus yang tidak diinginkan terhambat kemunculannya.
Stimulus aversi ini biasanya berupa hukuman dengan kejutan listrik atau
pemberian ramuan yang memualkan.
5.
Pengkondisian Operan
Tingkah laku operan
adalah tingkah laku yang memancar yang mencari ciri organisme yang aktif, yang
beroperasi di lingkungan untuk menghasilkan akibat-akibat.
F. Kelebihan dan Kekurangan Behavior Therapy
a.
Kelebihan
·
Pendekatan ini
menekankan bahwa proses konseling dipandang sebagai proses belajar yang akan
menghasilkan perubahan perilaku konseli secara nyata.
·
Pendekatan ini
menunjukkan fleksibilitas yang besar, karena tujuan konseling dan prosedur yang
diikuti untuk sampai pada tujuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan konseli.
·
Pendekatan ini akan
membantu individu untuk bisa membekali dirinya untuk mencegah timbulnya
persoalan kejiwaan.
b.
Kelemahan
·
Pendekatan ini kurang
bermanfaat untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan kehilangan makna dalam
hidup. Dengan kata lain, konseling ini hanya menangani kasus berupa cara
bertingkah laku yang salah/tidak sesuai.
Sumber :
Gunarsa, Singgih D. 2004.
Bunga Rampai Psikologi Perkembangan dari Anak sampai Usia Lanjut. Jakarta : SDG
Gerald Corey,
Konseling dan Psikoterapi, Refika Aditama, 2009, Bandung
Michel Hersen,
Encyclopedia of Psychotherapy, Pacific University, Forest Grove, Oregon. AP.