Senin, 01 Februari 2016

komunikasi manajemen dan organisasi

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok ataupun organisasi, selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari atasan danbawahannya.
Di antara kedua belah pihak (atasan dan bawahan) harus ada komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerjasama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial maupun kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiranpesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud komunikasi dalam organisasi ?
2. Apa saja unsur-unsur komunikasi ?
3. Bagaimana Proses komunikasi dalam organisasi ?
4 .Apa saja hambatan-hambatan komunikasi ?
5. Bagaimana cara mengatasi hambatan dalam berkomunikasi?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Menjelaskan yang dimaksud komunikasi dalam organisasi.
2. Menyebutkan unsur-unsur komunikasi.
3. Menjelaskan proses dan jenis-jenis komunikasi dalam organisasi.
4. Memberikan informasi tetang hambatan-hambatan komunikasi dalam organisasi
5. Menjelaskan solusi atau cara untuk mengatasi hambatan komunikasi dalam organisasi.


BAB II
KAJIAN TEORI
A. KOMUNIKASI
Komunikasi atau dalam bahasa Inggris disebut Communication berasal dari bahasa Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya "membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih". Dalam pengertian secara khusus mengenai komunikasi itu sendiri menurut HovlandKomunikasi adalah “proses mengubah perilaku orang lain”. Banyak ahli di dunia juga memberikan sumbangan pemikiran tentang komunikasi
Menurut Harorl D. Lasswell, Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yg menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa.
Shannon & Weaver: Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yg saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
Raymond S. Ross: Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yg serupa dengan yg dimaksudkan komunikator.
Prof. Dr. Alo Liliweri: Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.
Bernard Berelson & Gary A. Steiner: Komunikasi adalah Transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol -kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yg disebut dengan komunikasi.
Dari beberapa pengertian komunikasi dari para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.
B. ORGANISASI
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
Dari beberapa pengertian tentang organisasi diatas dapat disimpulkan bahwa, organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.




BAB III
PEMBAHASAN
A. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.

B. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
1.    Komunikator (communicator), yaitu memberi berita, yang dalam hal ini adalah orang yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.
2.    Menyampaikan berita, dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatakan, mengirim atau menyiarkan.
3.    Berita-berita yang disampaikan (message), dapat dalam bentuk perintah, laporan, atau saran.
4.    Komunikan (communicate), yaitu orang yang dituju, pihak penjawab atau para pengunjung. Dengan kata lain orang yang menerima berita.
5.    Tanggapan atau reaksi (response), dalam bentuk jawaban atau reaksi.
Kelima unsur komunikasi tersebut (Komuniakator, Menyampaikan berita, Berita-berita yang disampaikan, Komunikan dan Tanggapan atau reaksi) merupakan kesatuan yang utuh dan bulat, dalam arti apabila satu unsur tidak ada, maka komunikasi tidak akan terjadi. Dengan demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan ada saling ketergantungan. Jadi dengan demikian keberhasilan suatu komunikasi ditentukan oleh semua unsur tersebut.

C. PROSES KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Proses komunikasi dalam organisasi :
1.    Proses ideasi
Tahap pertama dalam suatu proses komunikasi adalah ideasi (ideation) yaitu proses penciptaan gagasan atau informasi yang dilakukan oleh komunikator.
2.    Proses encoding
Gagasan atau informasi disusun dalam serangkaian bentuk simbol atau sandi yang dirancang untuk dikirimkan kepada komunikan dan juga pemilihan saluran dan media komunikasi yang akan digunakan.
3.    Proses pengiriman
Gagasan atau pesan yang telah disimbolkan atau disandikan (encoded) melalui saluran dan media komunikasi yang tersedia dalam organisasi. Pengiriman pesan dapat dilakukan dengan berbicara, menulis, menggambar dan bertindak.
4.    Proses penerimaan
Penerimaan pesan ini dapat melalui proses mendengarkan, membaca, atau mengamati tergantung pada saluran dan media yang digunakan untuk mengirimkannya.
5.    Proses decoding
Pesan-pesan yang diterima diintrepretasikan, dibaca, diartikan,dan diuraikan secara langsung atau tidak langsung melalui proses berfikir.
6.    Proses tindakan
Respon komunikan dapat berbentuk usaha melengkapi informasi, meminta informasi tambahan, atau melakukan tindakan-tindakan lain.

jenis-jenis komunikasi dalam organisasi terdiri dari:
1.    Komunikasi Internal: Adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri. Misalnya, Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen]. Komunikasi internal terdiri dari dua dimensi yakni komunikasi vertical, dan komunikasi horizontal.

a.    Komunikasi Vertikal
Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic communication]. Komunikasi vertical ada dalam bentuk komunikasi kebawah dan komunikasi keatas. Fungsi komunikasi kebawah antara lain :
1)   Melaksanakan kebijaksanaan, prosedur kerja, peraturan, instruksi, mengenai pelaksanaan kerja bawahan.
2)    Menyampaikan pengarahan doktrinasi, evaluasi, teguran.
3)   Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksaan organisasi, insentif
Seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya, dan memahami cara-cara mengambil kebijaksanaan, terhadap bawahannya.Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan organisasi yang memiliki jiwa kepemimpinan. Kedua hal terseut merupakan modal utama untuk kemajuan organisasi yang dipimpinnya. Contoh : pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern.
Sedangkan fungsi komunikasi keatas antara lain :
1)   Memberikan pengertian mengenai laporan prestasi kerja, saran, usulan, opini, permohonan bantuan, dan keluhan.
2)   Memperoleh informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan bawahan dari tingkat yang lebih rendah.
Bawahan tentulah berharap agar ide, saran, pendapat, tanggapan maupun kritikannya dapat diterima dengan lapang dada, dan hati terbuka oleh pimpinan. Contoh : staf memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan.
b.    Komunikasi horizontal
Bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dsbnya. Komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal.
Fungsi komunikasi horizontal/ke samping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.
c.    Komunikasi Diagonal (Cross Communication)
Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain.
d.   Komunikasi Eksternal
Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak umum di luar organisasi.

D. HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1. Hambatan dari Proses Komunikasi
Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
a.    Hambatan dalam penyandian/symbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
b.    Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
c.    Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
d.   Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
e.    Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang tuna wicara), gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
3. Hambatan Semantik.
Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya : adanya perbedaan bahasa ( bahasa daerah, nasional, maupun internasional), adanya istilah – istilah yang hanya berlaku pada bidang-bidang tertentu saja, misalnya bidang bisnis, industri, kedokteran, dll.
4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga menimbulkan emosi diatas pemikiran-pemikiran dari sipengirim maupun si penerima pesan yang hendak disampaikan.
5. Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi,
kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat
pancaindera seseorang, dll.
E. CARA MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI
1.    Gunakan umpan-balik
Beri kesempatan pada orang orang lain untuk menyampaikan ide atau gagasannya, sehingga tercipta dua iklim komunikasi dua arah.
2.    Kenali si penerima berita
a.    bagaimana latar belakang pendidikannya.
b.    bagaimana pengetahuan tentang subyek pembicaraan,
c.    sejauh mana minat dan perasaanya
3.    Rencanakan secara teliti, pertimbangkan baik-baik : apa, mengapa, siapa, bagaimana, kapan

BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan atau berita ke beberapa orang. Dikarenakan komunikasi melibatkan seorang pengirim dan menerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan baliku ntuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi non verbal atau bahasa(gerak) tubuh.Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yg mutualisme antara keduanya



DAFTAR PUSTAKA
Gibson, James L. 1990. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses. Jakarta: Binarupa Aksara
Effendy Uchjana Onong. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Syafie Kencana Inu, dkk. 1999. Ilmu Administrasi Publik. Jakarta : Reneka Cipta
Pasolong Harbani, 2007. Teori Administrasi Publik. Bandung : Alfabeta

PERANCANGAN ORGANISASI

PT Bima Sakti

            PT Bima Sakti merupakan industri kopi yang besar dan ternama di Indonesia yang pada saat ini memiliki kualitas kopi kelas dunia sehingga tidak diragukan lagi produksi kopi dari PT Bima Sakti bisa sampai kemanca negara. Industri kopi tersebut berdiri sejak tahun 2000 PT Bima Sakti ini dibentuk oleh seorang yang cinta akan kegemarannya menikmati kopi yang bernama Ilham Falah Bimantoro. Karena kecintaanya dalam menikmati sebuah kopi Ilham Falah Bimantoro berpikir untuk memulai usaha kecilnya dengan membuka pabrik kopi kecil yang diolahnya dengan membeli biji – biji kopi dari petani kopi lokal di daerah Nusa Tenggara Timur, usaha kecil tersebut yang telah berjalan selama 2 tahun berhasil memproduksi kopi dengan merek “Coffe Kuy”. Nama Coffe Kuy diambil karena kopi kopi yang diproduksi oleh PT Bima Sakti berasalkan dari kata santai di Indonesia.
            Pada tahun ke 5 PT Bima Sakti mempunyai lahan dengan luas 609,274 meter persegi untuk ditanami tanaman kopi dengan lahan seluas itu maka PT Bima Sakti akan lebih mudah dalam memproduksi kopi dalam jumlah yang besar. dengan dibantu lebih dari 2.500 orang karyawan. Pada tahun ke 6 PT Bima Sakti tampil sebagai pelopor perusahaan Kopi berkualitas dunia hal tersebut terjadi karena Ilham Falah Bimantoro berhasil mengabungkan teknik Roasting ilmu mengenai kopi moderen dengan pengolahan kopi secara tradisional. Pada tahun ke 10 dari PT Bima Sakti berdiri perusahaan ini mendapatkan penghargaan internasional yang diadakan di Amerika. Pada tahun 2010 PT Bima Sakti menjadi perusahaan kopi yang go public dan menjadi perusahaan terbuka bagi para pelajar , mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin melakukan studi banding mengenai PT Bima Sakti tersebut.     Ilham Falah Bimantoro dalam menjalankan perusahaan tersebut dan bisa berhasil membuat PT Bima Sakti menjadi perusahaan kelas dunia tidak lepas dari departemen yang berperan sangat penting bagi kesuksesan PT Bima Sakti seperti departemen keuangan, departemen pemasaran, departemen operasional, dan departemen SDM. Semua departemen berperan sangat penting dalam mewujudkan tujuan dari PT Bima Sakti, seperti peran departemen keuangan yang dapat melakukan pengolahan dan pemutaran uang sehingga perusahaan tidak rugi. Kemudian peran departemen operasional yang berperan dalam mengkontrol oprasional dalam perusahaan agar tetap berjalan dengan baik, serta peran departemen pemasaran yang dimana setrategi pemasarannya yang diterapkan dalam memasarkan produk – produk dari PT Bima Sakti dapat dikenali di berbagai kawasan dunia, dan peran departemen SDM yang mengkontrol setiap kinerja para karyawan supaya tetap terjaga motivasinya untuk membangun dan dapat mewujudkan kinerja yang karyawan yang efektif dan efisien dalam bekerja.

            Tujuan PT Bima Sakti berdiri yaitu untuk mengenalkan aroma dan kenikmatan kopi Nusantara di berbagai negara belahan dunia supaya semua orang didunia dapat ikut menikmati sebuah kenikmatan surga dunia yang hanya ada di Indonesia. Hal tersebut yang mendorong PT Bima selalu berusaha untuk terus mengembangkan kenikmatan kopi yang mempunyai kualitas internasional. Karena mempunyai tujuan untuk mempertahankan kopi Nusantara berkualitas dunia maka PT Bima Sakti hanya memproduksi kopi dari berbagai daerah di Nusantara saja dengan inspirasi untuk membuat kopi – kopi Indonesia mencapai tahap kualitas Internasional karena percaya akan kopi kopi Indonesia mempunyai cita rasa yang sangat khas dan nikmat seperti kopi Robusta, Arabica, Gayo, dan Kopi Luwak Liar semua produk kopi tersebut diolah secara profesional dengan menggunakan kopi  Nusantara yang organik disertai dengan cara manual, kopi luwak liar diproses secara teliti dan di roasting menggunakan mesin modern.
            Selain mempunyai tujuan ingin menjadikan produksi Nusantara Coffe,PT Bima Sakti juga bertujuan ingin menumbuhkan budaya minum kopi dikalangan masyarakatbaik masyarakat dalam negeri maupun masyarakat luar negeri. Dan dengan PT Bima Sakti yang telah merambah kepasar global nantinya akan dapat membantu meningkatkan perekonomian bagi bangsa Indonesia dengan ekspor yang dilakukan. Dan membantu memberikan lapangan kerja terhadap para masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan hal ini membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi bagi Indonesia.

Visi PT Bima Sakti     :
Menjadi pelopor perusahaan kopi terkemuka dari Indonesia yang berkualitas dengan cita rasa yang tinggi berkelas internasional dan menjadi produsen kopi nomor satu di dunia.
Misi PT Bima Sakti     :

Menghasilkan produk unggulan yang dapat bersaing di pasar global. Menyediakan produk – produk pilihan dengan cita rasa tinggi, inovatif dan memastikan ketersediaan bagi pelanggan.


STRUKTUR PT BIMA SAKTI


Selasa, 22 Desember 2015

PROGRAM PELATIHAN PENYUSUNAN DAN PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU SMA SE- KOTA PADANG DI LPMP UNP, PADANG (Tugas Psikologi Manajemen)

PROGRAM PELATIHAN PENYUSUNAN DAN PENDAMPINGAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU SMA
SE- KOTA PADANG DI LPMP UNP, PADANG

A.    Latar Belakang
Guru adalah faktor utama yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran di setiap jenjang sekolah.Pembelajaran merupakan kegiatan yang menumbuhkan pemahaman,kreativitas, daya pikir , potensi, dan minat siswa. Kegiatan pembelajaran senantiasa diarahkan pada kegiatan yang mendorong siswa aktif, baik fisik, sosial,maupun psikis dalam rangka memahami konsep. Hal tersebut terjalin dalam satu bentuk komunikasi dua arah antara guru dan siswa , dalam hal ini guru sebagai fasilitator sangat dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif menciptakan pembelajaran yang asyik dan menyenangkan .
Ada banyak fenomena yang sering dialami  guru yaitu ketidak mampuan guru membuat proposal penelitian tindakan kelas . Kondisi ini menebabkan guru enggan untuk melakukan penelitian tindakan kelas sekalipun di kelasnya sering kali menghadapi berbagai masalah. Jika keadaan ini dibiarkan terus seperti apa adanya maka terjadi yang dikatakan pembelajaran berjalan di tempat.
Dalam proses pembelajaran guru perlu mengadakan evaluasi terhadap siswa untuk mengetahui apakah materi yang telah disampaikan ke siswa sudah dipahami dengan baik ataukah belum ? Berdasarkan dari hasil evaluasi itu guru dapat memperbaiki metode pembelajaran dengan melakukan tindakan penelitian kelas (PTK) guna memperbaiki pembelajaran yang masih mendapat masalah tadi .Hal ini dapat dilakukan oleh guru yang mempunyai kemampuan untuk melakukan perbaikan dan kepedulian terhadap peningkatan mutu pembelajaran .
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 Tentang Guru, penulisan karya tulis ilmiah kini menjadi persyaratan penting untuk guru dalam kenaikan golongannya dalam bidang pengembangan profesi. Ada beberapa macam karya tulis ilmiah, salah satunya yang cukup diminati adalah karya tulis ilmiah hasil penelitian.
Dalam hal ini yang cukup diminati para guru adalah karya tulis ilmiah dengan menggunakan pengalaman guru sendiri yaitu dengan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerja sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Dengan demikian PTK dapat memfasilitasi guru untuk mengembangkan pemahaman pedagogi dalam rangka memperbaiki pembelajarannya.
B.     Tujuan Pelatihan
1.      Tujuan Umum
Tujuan kegiatan pelatihan  ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan tenaga pendidik yang professional
2.      Tujuan Khusus
  1.  Peserta termotivasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas.
  2. Peserta mengetahui landasan teori/pemikiran dan landasan hukum PTK.
  3. Peserta mengetahui tahap perencanaan PTK: mengidentifikasi dan menetapkan masalah, menganalisa dan merumuskan masalah, merencanakan tindakan perbaikan
  4. Peserta mengetahui langkah-langkah pelaksanaan PTK: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
  5. Peserta mengetahui kriteria penulisan karya tulis ilmiah.
  6. Peserta mampu membuat sistematika penelitian tindakan kelas.
  7. Peserta mampu membuat bab pendahuluan yang memuat latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat pelatihan.
  8. Peserta mampu membuat bab tinjauan pustaka yang memuat kerangka konseptual dan hipotesa tindakan.
  9. Peserta mampu membuat bab metode penelitian.
  10. Peserta mampu membuat bab hasil penelitian.
  11. Peserta mampu membuat bab kesimpulan dan hasil rekomendasi.

C.    Sasaran/Peserta
Sasaran/peserta pelatihan ini adalah guru – guru SMA se-kota padang. Yang nantinya akan dibagi menjadi 4 angkatan. Masing-masing angkatan beranggotakan 40 orang.
Pendaftaran peserta dapat dilakukan dengan melakukan aplikasi melalui email ifbimantoro@gmail.com atau melalui telp. 021 – 8856xxx HP: 0812 848x xxxx, dengan menyebutkan nama lengkap dengan gelar, asal institusi, rencana judul/tema PTK, dan nomor bukti transfer Bank/ATM akomodasi pelatihan
Akomodasi peserta dibayarkan melalui transfer Bank/ATM ke Nomor Rekening xx xx xx xx xx BCA Cabang UNP a.n.Ilham Falah Bimantoro.
D.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelatihan ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal   : Minggu/ 03 Januari 2016
Waktu             : 07.00 – 17.30 WIB
Tempat            : Gedung LPMP, Komplek UNP Air Tawar
E.     Materi pelatihan dan Pebicara
No.
Materi
Nara Sumber
1
Pengembangan Kemampuan
Melakukan Tindakan Reflektif untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis PTK
Kepala Pusat Pengembangan Profesi Guru Kemendiknas RI Jakarta
2
Hakikat, Karakteristik, Tujuan,  dan Manfaat PTKKepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat
3
Prosedur PTK  dan Penyusunan Laporan PTKDra. Hj. Endang Purwanti,M.Pd.
4
Sisematika Proposal PTKDR. Masduki, M.Pd.
5
Penulisan Karya Tulis Ilmiah Berbasis PTKDr. Dharmansyah Nabar ST, M.Pd

F.     Metode Pelaksanaan
Pelatihan dan Pendampingan Penelitian Tindakan Kelas Berbasis Teknologi Informasi ini menggunakan 2 metode yaitu sebagai berikut.
  1. Pelatihan PTK yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilan perencanaan PTK. Hasil pelatihan ini adalah draft rencana PTK.
  2.  Pendampingan Penyusunan Proposal PTK  yang dilaksanakan selama  4 (empat) minggu. Hasil pendampingan ini adalah Proposal PTK.
  3. Pendampingan Pelaksanaan PTK  yang dilaksanakan selama  4 (empat) minggu. Hasil pendampingan ini adalah Laporan Pelaksanaan PTK.
  4. Pendampingan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Berbasis PTK yang dilaksanakan selama  4 (empat) minggu. Hasil pendampingan ini adalah Karya Tulis Ilmiah PTK
Pelatihan dan Pendampingan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan setiap 3 (tiga) bulan sekali.
Angkatan
Waktu Pelaksanaan
Jml Peserta
I
Minggu ke-2 Mei s/d Minggu ke-2 Agustus 2016 (3Bln)
40
II
Minggu ke-2 Agustus s/d Minggu ke-2 November 2016 (3Bln)
40
III
Minggu ke-2 November s/d Minggu ke-2 Februari 2017 (3Bln)
40
IV
Minggu ke-2 Februari s/d Minggu ke-2 Mei 2017 (3 Bulan)
40
G.    Panitia
Adapun struktur panitia adalah :
  1. Anggaran Dana
RENCANA ANGGARAN DANA
SEKSI
URAIAN
SATUAN
HARGA
(RP)
JUMLAH
Kesekretariatan– Kertas
– ATK
– Copy Makalah 1
– Copy Makalah 2
– Pembuatan Proposal
– Pembuatan Sertifikat
2 rim
1 set
300 eksemplar
300 eksemplar
50 eksemplar
300 eksemplar
40.000.00
200.000.00
2.000.00
1.000.00
10.000.00
2.000.00
80.000.00
200.000.00
1.000.000.00
500.000.00
500.000.00
600.000.00
Jumlah
2.880.000.00
Publikasi– Media Cetak (Padang Express)
– Elektronik (Arbes FM)
– Spanduk
– Film Handycam
– Cuci Cetak Film 3R
5 x terbit
5 hari
5 buah
2 pieces
2 rol
200.000.00
250.000.00
200.000.00
50.000.00
75.000.00
1.000.000.00
1.250.000.00
1.000.000.00
100.000.00
150.000.00
Jumlah
3.500.000.00
Konsumsi– Snack
– Makan Siang
4 x 300 orang
1 x 300 orang
5.000.00
12.000.00
6.000.000.00
3.600.000.00
Jumlah
9.600.000.00
Perlengkapan– Sewa Gedung
– Sewa Handycam
– Sewa LCD
– Sewa Genset
– Sewa Sound System
1 set
1 set
1 set
1 set
1 set
1.000.000.00
300.000.00
600.000.00
500.000.00
700.000.00
2.000.000.00
300.000.00
600.000.00
500.000.00
700.000.00
Jumlah
4.100.00.00
Humas dan Dana Usaha– Konfirmasi Pembicara
– Konfirmasi Instansi
– Operasional Dana Usaha
–
–
–
500.000.00
500.000.00
1.000.000.00
500.000.00
500.000.00
1.000.000.00
Jumlah
2.000.000.00
Transportasi & Akomodasi– Honor Pembicara
– Honor moderator
– Penginapan Pembicara
-Transport Pembicara PP
2 orang
1 orang
2 orang
2 orang
3.500.000.00
1.000.000.00
500.000.00
2.000.000.00
7.000.000.00
1.000.000.00
1.000.000.00
4.000.000.00
Jumlah
13.000.000.00
Tak terduga
10 %
3.508.000.00
T O T A L
38.588.000.00
Terbilang: Tiga Puluh Delapan Juta Lima Ratus Delapan Puluh Delapan Ribu Rupiah

H.          PENUTUP

Pelatihan PTK ini merupakan pola pelatihan yang sistmatis. Hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan tersebut adalah meningkatnya motivasi dan kinerja guru dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Sehingga kompetensi yang diharapkan dalam rangka  meningkatkan kualitas sumber daya manusia terdidik bisa terpenuhi.