Selasa, 10 November 2015

job description (psikologi manajemen)

Nama Jabatan           : Accounting staff/Staf Akunting 
Jabatan Atasan         : Accounting Manager / Financial Manager 
Jabatan Bawahan      : – 
Accounting staff/Staf Akunting merupakan jabatan yang bertanggung jawab atas laporan aktivitas keuangan secara tertulis selain itu pada jabatan ini dituntut untuk mengerti masalah perpajakan yang berlaku di negara Indonesia karena laporan perpajakan perusahaan dibuat oleh Accounting staff/Staf Akunting. Berikut deskripai pekrejaan Accounting staff/Staf Akunting secara lebih lengkap :
Tanggung Jawab Utama
Aktivitas : Melakukan pencatatan dan dokumentasi
Ruang lingkup : kegiatan keuangan perusahaan
Tugas
1.      Melakukan pengaturan administrasi keuangan perusahaan
2.      Menyusun dan membuat laporan keuangan perusahaan
3.      Menyusun dan membuat laporan perpajakan perusahaan
4.      Menyusun dan membuat anggaran pengeluaran perusahaan secara periodik (bulanan atau tahunan )
5.      Menyusun dan membuat anggaran pendapatan perusahaan secara periodik (bulanan atau tahunan )
6.      Melakukan pembayaran gaji karyawan
7.      Menyusun dan membuat surat-surat yang berhubungan dengan perbankan dan kemampuan keuangan perusahaan
Job Spesification
Pendidikan                  : min. D3 / S1 dalam jurusan Akuntansi
Pengalaman kerja        : min. 2 thn
KELOMPOK STAF MEDIS
PENGERTIAN
1.      Kelompok staf medis merupakan satuan organisasi staf medis / dokter terkecil yang minimal terdiri atas 2 orang atau lebih
2.      Organisasi kelompok staf medis terdiri atas ketua, sekretaris dan anggota
3.      Semua dokter ( dokter umum, dokter gigi, dokter purna waktu atau dokter paruh waktu) yang bekerja di RSPMC wajib menjadi anggota kelompok staf medis
FUNGSI 
Staf medis mempunyai fungsi sebagai pelaksana pelayanan medis, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan di bidang medis
TUGAS
1.      Melaksanakan kegiatan profesi yang meliputi prosedur diagnosis, pengobatan, pencegahan, pencegahan akibat penyakit peningkatan dan pemulihan
2.      Meningkatkan kemampuan profesinya, melalui program pendidikan/ pelatihan berkelanjutan
3.      Menjaga agar kualitas pelayanan sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan medis dan etika kedokteran yang sudah ditetapkan
4.      Menyusun, mengumpulkan, menganalisa dan membuat laporan pemantauan indikator mutu klinik.
KEWAJIBAN
Menyusun standar prosedur operasional pelayanan medis yang terdiri atas
1.      Standar Prosedur Operasional bidang administrasi/manajerial
antara lain meliputi pengaturan tugas rawat jalan, pengaturan tugas rawat inap, pengaturan tugas jaga, pengaturan tugas rawat intensif, pengaturan tugas di kamar operasi, kamar bersalin dan lain sebagainya, pengaturan isite/ronde, pertemuan klinik, presentasi kasus (kasus kematian, kasus sulit, kasus langka, kasus penyakit tertentu), prosedur konsultasi, dan lain-lain. Penyusunan Standar Prosedur Operasional ini dibawah koordinasi Direktur Rumah Sakit/Direktur Medis.
2.      Standar Prosedur Operasional pelayanan medik bidang keilmuan/ keprofesian
Masing-masing kelompok menyusun standar pelayanan medis minimal untuk 10 jenis penyakit. Penyusunan Standar Prosedur Operasional ini dibawah koordinasi Komite medis
3.      Menyusun indikator mutu klinis. Masing-masing kelompok staf medis menyusun minimal 3 (tiga) jenis Indikator mutu output atau outcome.
4.      Menyusun uraian tugas dan kewenangan untuk masing-masing anggotanya.
TANGGUNG JAWAB 
Kelompok staf medis mempunyai tanggung jawab yang terkait dengan mutu, etik dan pengembangan pendidikan staf medis. Tanggung jawab tersebut sebagai berikut :
1.      Memberikan rekomendasi melalui Ketua Komite Medik/Sub Komite Kredensial kepada Direktur RS terhadap permohonan penempatan dokter baru di rumah sakit yang diatur dalam Medical Staf Bylaws rumah sakit.
2.      Penempatan dokter di RS berdasarkan Surat Keputusan Direktur RS atau Pemilik RS. Untuk membuat surat keputusan tersebut Direktur RS/Pemilik perlu meminta masukan dari organisasi staf medis/sub komite kredensial.
3.      Melakukan evaluasi penampilan kinerja praktek dokter berdasarkan data yang komprehensif. Evaluasi penampilan kinerja praktek dokter dilakukan melalui peer review, audit medis atau program quality improvement.
4.      Memberikan rekomendasi melalui Ketua Komite Medik/Sub Komite Kredensial kepada Direktur RS atau pemilik rumah sakit terhadap permohonan penempatan ulang dokter di rumah sakit yang diatur dalam Peraturan Internal Staf Medis (Medical Staff Bylaws ) di Rumah Sakit. Penempatan ulang dokter di RS berdasarkan Surat Keputusan Direktur RS atau Pemilik RS. Untuk membuat surat keputusan tersebut Direktur RS/Pemilik perlu meminta masukan dari organisasi staf medis/sub komite kredensial.
5.      Memberi kesempatan bagi para dokter untuk mengikuti “continuing professional development “ (CPD). Masing-masing kelompok staf medis wajib mempunyai program CPD bagi semua anggotanya .
6.      Memberikan masukan kepada Direktur RS melalui Ketua Komite Medis, hal-hal yang terkait dengan praktek kedokteran. Kelompok staf medis mempunyai tangggung jawab memberikan masukan kepada Direktur medis/Direktur RS mengenai hal-hal yang terkait dengan praktik kedokteran. Misalnya mengenai perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran, temuan terapi yang baru, dan lain-lain.
7.      Memberikan laporan melalui Ketua Komite Medis kepada Direktur Medis/Direktur RS Kelompok staf medis diharapkan dapat memberikan laporan secara teratur minimal satu tahun sekali kepada Direktur RS/Direktur Medis melalui Komite Medis. Laporan tersebut antara lain meliputi hasil pemantauan indikator mutu klinik, hasil evaluasi kinerja praktek klinis, pelaksanaan program pengembangan staf dan lain-lain.
8.      Melakukan perbaikan (up-dating) standar prosedur operasional dan dokumen terkaitnya. Standar prosedur operasional dan dokumen terkait lainnya perlu disempurnakan secara berkala sehingga sesuai dengan situasi dan kondisi.
KEWENANGAN 
Kewenangan masing-masing anggota kelompok staf medis disusun dan dinyatakan oleh Ketua kelompok staf medis yang kemudian diusulkan oleh Ketua Komite Medis kepada Direktur RS untuk dibuatkan surat keputusannya.

  Public Relation
Identitas Jabatan
Nama Jabatan
:
Public Relation (Specialist / Manager)
Departemen
:
Corporate Communications / Corporate Secretary
Atasan langsung
:
Corporate Communications / Corporate Secretary(Head / Division Head)
Bawahan langsung
:

Tujuan Jabatan
1. Bertanggungjawab terhadap berjalannya alur komunikasi dari manajemen dengan stakeholder baik karyawan maupun pihak-pihak yang berkepentingan di luar perusahaan.
2. Bertanggungjawab dalam menyampaikan informasi tentang kebijakan terkini yang dikeluarkan oleh manajemen melalui saluran dan media komunikasi yang ada.
3. Bertanggung jawab terhadap tersedianya sarana komunikasi dan saluran komunikasi internal yang dapat digunakan dalam penyampaian informasi secara internal, baik itu kebijakan maupun info-info terkini yang terjadi di dalam perusahaan.

Tanggung Jawab Utama
- Mengelola dan mengembangkan media komunikasi internal dan eksternal perusahaan seperti majalah, bulletin, portal/intranet, situs perusahaan, laporan pemegang saham dan lain-lain untuk membina citra dan komunikasi perusahaan di mata karyawan dan stakeholder di luar perusahaan.
- Menanggapi permintaan informasi dari media lain atau menunjuk juru bicara yang tepat atau sumber informasi.
- Memantau penerapan sistem dan prosedur komunikasi perusahaan, serta melakukan perbaikan dan pengembangan yang diperlukan sesuai perkembangan yang ada demi kepentingan perusahaan.
- Melakukan kegiatan sosialisasi, dan kampanye-kampanye atas kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan sehingga tujuan komunikasi dapat tersampaikan dengan baik.
- Memelihara hubungan dengan wakil-wakil komunitas, konsumen kunci, karyawan, dan kelompok kepentingan umum yang dianggap penting untuk menjaga jalur komunikasi untuk tujuan citra positif perusahaan.
- Melakukan pemantauan atas media masa atas informasi dan pemberitaan perusahaan yang ada serta melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memberikan informasi yang benar serta perbaikan citra perusahaan.

- Melakukan koordinasi dengan manajer unit kerja lain, serta dengan biro iklan untuk mengatur program kampanye promosi di semua jenis media untuk pencitraan positif perusahaan serta promosi produk/jasa perusahaan.



Selasa, 03 November 2015

REVIEW TUGAS PERTAMA PSIKOLOGI MANAJEMEN

  Psikologi Manajemen adalah ilmu yang mengatur tentang sumber daya guna memenuhi kebutuhan.
·         Kaitannya dengan psikologi, psikologi ilmu yang mempelajari tentang kondisi manusia. Dapat kita ketahui bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah unsur terpenting dalam perusahaan manapun. Psikologi melihat dari sisi motivasi, sikap kerja, keterampilan, disiplin, dsb. Sehingga kinerja SDM dapat mencapai target yang diharapkan oleh suatu perusahaan.
Organisasi (Industri)
·         Dapat dipandang pada suatu sistem terbuka. Maksudnya, perusahaan dapat bekerja sama dengan perusahaan lain untuk membuat suatu produksi dan juga perusahaan dengan terbuka menerima suatu kritik dan saran demi membangun perusahaan yang lebih maju. Contoh : pabrik karpet, dia mengambil bahan dalam pembuatan karpet dari Turki dan bekerjasama langsung dengan pabrik karpet tersebut. Dan pabrik karpet tersebut memasarkannya ke toko-toko karpet sekitar.
·         Sistem dilingkupi oleh suatu sistem batasan. Dimana perusahaan membatasi barang yang masuk kedalam perusahaan tersebut dengan masing-masing kebijakan yang telah ditetapkan.

Fungsi Manajemen
·         Fungsi perencanaan
Untuk menentukan apa yang akan dilakukan di masa mendatang dan guna mempersiapkan suatu strategi untuk terwujudnya suatu pencapaian yang telah dibuat sebelumnya. Setiap perusahaan mempunyai perencanaan masing-masing yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
·         Fungsi pengorganisasian
Organisasi ini adalah hal yang vital, karena dengan terbentuknya organisasi yang tepat dan tangguh maka dengan mudah semua perencanaan yang telah dibuat diawal dapat berjalan sesuai dengan target. Organisasi yang berjalan dengan kondusif dan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat dapat memastikan bahwa semua pihak dapat bekerja secara efektif dan profesional.
·         Fungsi pengarahan dan implementasi
Proses ini dapat dikatakan penting karena motivasi adalah hal paling utama agar semua pihak dapat menjalankan tugas secara prosefional dan penuh rasa tanggung jawab. Pemberian tugas yang rutin mengenai pekerjaan dan menjelaskan kebijakan yang terdapat diperusahaan adalah salah satu dari kegiatan fungsi pengarahan dan implementasi.

·         Fungsi pengawasan dan pengendalian
Proses ini untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dirancang, diorganisasikan dan telah diarahkan dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Sekaligus dapat mengambil langkah akomodasi jika ada suatu penyimpangan yang terjadi didalam proses tersebut.
·         Komunikasi
Guna komunikasi dalam fungsi manajemen ini untuk menyebar informasi atau berita terkait perusahaan tersebut. Komuniasi adalah alat untuk berinteraksi manusia bisa berupa dua arah maupun satu arah, antar individu maupun kelompok. 

Rabu, 29 April 2015

Hubungan Antara Kesehatan Mental Dengan Spiritualitas atau Kecerdasan Spiritual

A. Definisi Kesehatan Mental

          Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis. Definisi ini dapat dukungan dari kalangan psikiater.
          Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana ia hidup. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri orang harus menerima dirinya sebagaimana adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di samping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan menilai orang lain secara objektif.
          Menurut definisi ini, orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi.
          Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala kapasitas, kreativitas, energi, dan dorongan yang ada semaksimal mungkin sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain serta terhindar dari gangguan atau penyakit mental (neurosis dan psikosis).
          Kesehatan mental tidak hanya jiwa yang sehat berada dalam tubuh yang sehat (mens sana in corpora sano), tetapi juga suatu keadaan yang berhubungan erat dengan seluruh eksistensi manusia. Itulah suatu keadaan kepribadian yang bercirikan kemampuan seseorang untuk menghadapi kenyataan dan untuk berfungsi secara efektif dalam suatu masyarakat yang dinamik.


B.  Hubungan Kesehatan Mental dengan Spiritualitas

          Diperlukan kesadaran untuk selalu memelihara keseimbangan hidup melalui kedisplinan yang seimbang dalam kesehatan fisik, kesehatan emosi, kesehatan mental dan kesehatan spiritual. Hal ini sangat penting, karena kalau salah satunya terganggu, maka dapat mengganggu stabilitas energi dalam tubuh kita. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya kemampuan kreativitas dalam diri.
          Mengendalikan keseimbangan dalam kesehatan tubuh, emosi, mental, spiritual, dapat melahirkan energi yang mampu mengalahkan berbagai pengaruh negatif dalam diri. Mampu mengalahkan kemalasan mental, mengalahkan pengaruh negatif, sehingga dapat melahirkan pikiran positif dan kreatif.


DAFTAR PUSTAKA

Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
Santoso, J.E. 2007. The Art of Life Revolution. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

Fenomena Depresi dan Analisanya


A. Contoh Kasus
Seorang anak berinisial A mengalami suatu depresi (murung dan menarik diri) oleh penolakan terhadap peristiwa meninggal ayahnya, karena dia tidak bisa mengarahkannya kepada orang lain sehingga si-A mengarahkan rasa bersalah itu kepada dirinya sendiri.
B. Analisa
Freud memandang sifat manusia pada dasarnya pesimistik, deterministik, mekanistik, dan reduksionistik. Dimana manusia dideterminasi oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivasi-motivasi tidak sadar, kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis dan naluriah. Freud menekankan peran naluri-naluri yang bersifat bawaan dan biologis, ia juga menekankan pada naluri seksual dan impuls-impuls agresif. Berdasarkan ilustrasi kasus, depresi (murung dan menarik diri) yang dialami konseli merupakan tindakan mekanisme pertahanan ego, karena adanya ketidak seimbangan antara id, ego dan superego, yaitu dengan melakukan represi dan penolakan terhadap peristiwa meninggal ayahnya, karena dia tidak bisa mengarahkannya kepada orang lain sehingga konseli mengarahkan rasa bersalah itu kepada dirinya sendiri.
Konselor melakukan esesmen dengan mengidentifikasi konflik-konflik bawah sadar dari konseli, meliputi: Persepsi konseli terhadap dirinya, hubungan interpersonalnya, dorongan dan dinamika psikologis yang dialami, serta bagaimana konseli mengkontrol emosinya.
C. Teori
Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. Psikoanalisa jelas terkait dengan tradisi jerman yang menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis dan bergerak dengan sendirinya. Selain itu, psikoanalisis tidak lahir dari penelitian akademis, sebagaimana sistem-sistem lain, namun merupakan produk konsekuensi terapan praktik klinis. Penyusunan obeservasi yang dilakukan freud bertujuan untuk menyusun berbagai pendekatan-pendekatan terapi yang sangat dibutuhkan. Formulasi-formulasi inilah yang diperluas ke teori psikodinamika perkembangan kepribadian yang bergantung pada pengurangan ketegangan.
Psikoanalisis merupakan psikologi ketidaksadaran. Perhatiannya teruju kearah bidang motivasi, emosi, konflik, simpton-simpton neurotik, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter. Psikoanalisis dahulu lahir bukan dari psikologi melainkan dari kedokteran, yakni kedokteran bidang sakit jiwa. Tokoh utama psikoanalisa ialah Sigmund Freud. Pada mulanya Freud mengembangkan teorinya tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis, dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif, dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalam terhadap dorongan-dorongan tersebut. Manusia bersifat tidak rasional, tidak sosial, dan destruktif terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Konsep Freud yang anti rasionalisme menekankan motivasi tidak sadar, konflik, dan simbolisme sebagai konsep primer. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis, dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif, dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalan terhadap dorongan-dorongan itu. Manusia bersifat tidak rasional dan tidak sosial, dan destruktif terhadap dirinya dan orang lain. Energi psikis yang paling dasar disebut libido yang bersumber dari dorongan seksual yang terarah kepada pencapaian kesenangan.
-> Pokok teori
Dalam hal ini Freud menggambarkan kepribadian manusia melalui konsep terstruktur mental(psyche) dan struktur kepribadian.
a. Struktur mental
Struktur mental terdiri atas 3 tingkat kesadaran, yakni
1)Kesadaran, menunjuk pada apa yang sedang kita persepsi(rasakan, pikirkan dan amati). Atau dengan kata lain kesadadran itu merupakan suatu komponen superego yang berisikan perilaku-perilaku yang mendapatkan hukuman. Misalnya, ketika kita merasakan adanya sensasi kontraksi dalam perut kita, kita mengatakan,” wah saya lapar nih !” jadi apa yang kita rasakan itu merupakan bentuk kesadaran kita.
2)Ambang sadar, berisikan ingatan-ingatan tentang peristiwa-peristiwa masa lampau yang siap masuk ke dalam kesadaran sewaktu-waktu diperlukan. Misalnya jika seseorang bertanya kepada kita tentang nomer telepon rumah atau telepon seluler kita, hanya demgan sedikit upaya kita akan segera mampu untuk mengingat dan kemudian menjawab pertanyaan tersebut. Itu karena ingatan kita tentang nomer telepon kita berada diambang sadar.
3)Ketidaksadaran, ditamsilkan sebagai suatu gudang dan imej-imej yang tak dapat diterima(ditolak oleh norma atau kode moral tertentu), peristiwa masa lampau, impuls-impuls dan keinginan-keinginan yang tidak kita sadari. Atau dengan kata lain ketidaksadaran itu merupakan aspek psikis( mental) yang menyimpan dorongan-dorongan yang tidak terpenuhi dan menjadi kompleks terdesak.
Daftar Pustaka:
· Darminto Eko, 2007, Teori-Teori Konseling, Unesa University Press, Surabaya.
· Alwisol, 2009, Psikologi Kepribadian, UMM Press, Malang
· http://www.zonependidikan.co.cc/2010/05/konseling-psikoanalisa.html
· http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/14/terapi-realitas

Senin, 23 Maret 2015

Kesehatan Mental

Sejarah Kesehatan Mental
Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi. Sekalipun oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Khusus untuk  masyarakat Indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Orang masih fokus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut  membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mendapatkan pertolongan di bidang kesehatan mental.

Zaman peradaban awal
Dalam semua peradaban awal yang kita kenal di mesopotamia, mesir, yahudi, india, cina dan benua amerika, imam-imam, tukang sihir merawat orang yang sakit mental. Diantara semua peradaban tersebut sepanjang zaman kuno penyakit mental mulai menjadi hal yang umum. Bersama dengan penderita-penderita lain, kekalutan-kekalutan mental menjadi kawan separjalanan yang setia bagi manusia pada waktu ia bergerak menuju kehidupan yang terorganisir. Ilmu kedokteran menjadi lebih terorganisasi waktu peradaban-peradan menjadi lebih maju.
Di mesopotamia Penyakit mental dihubungkan dengan setan-setan dan pengobatan atau perawatanya dilakukan dengan upacara-upacara agama dan upacara-upacara magis supaya setan keluar dari tubuh si pasien. Orang-orang mesir memiliki sekolah kedokteran di kuil imhotep. Di kuil tersebut terdapat sebuah rumah sakit di sana dikembangkan terapi untuk pasien berupa rekreasi dan pekerjaan serta di terapkan semacam psikoterapi yang serupa dengan beberapa pendekatan yang sangat moder untuk mengobati penyaklit mental.
Di mesir juga dokter-dokter yang sekaligus imam, kepercayaan akan setan dan suatu pendekatan untuk merawat penyakit mental yang serupa dengan yang terdapat di mesir dan mesopotamia juga merupakan ciri khas dari ilmu kedokteran yahudi, tetapi kepercayaan akan satu alLah sebagai sumber segala kehidupan termsuk kesehatan dan penyakit mental merupakan perbedaan pokok dengan ilmu kedokteran dari peradaban awal lainya.
Di persia setan-setan dipersalahkan karena menyebabkan penyakit-penyakit mental dan segala penyakit. Mental yang baik atau kekuatan psikis/jiwa selalu mencari kesucian, kebajikan dan kebaikan hati. Metode-metode pengobatan cina dn hindu mirip dengan yang terdapat di persia. Ada kepercayaan-kepercayaan yang serupa dengan kekuatan-kekuatan yang berperang antara yang baik dengan yangburuk. Dalam pandangan orang cina gangguan mental dilihat sebagai penyakit dan dianggap sebagai gangguan proses alam atau ketidakseimbangan antara yin dan yang.

KONSEP SEHAT
  1. Menurut  WHO sehat adalah a state of complete physical, mental,and social well being and not merely the absence of illness or indemnity     ( suatu keadaan yang sempyrna baik fisik mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.)
Mengandung 3 karakteristik :
  1. Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia
  2. Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal.
  3. Sehat diartikan sebagi hidup yang kreatif dan produktif.
Sehat merupakan suatu kondisi tetapi merupakan penyesuaian, bukan merupaka suatu keadaan tetapi suatu proses. Proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap lingkungan sosialnya.
  1. Menurut PENDER ( 1982 ) sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain  ( aktualisasi ). Perilaku yang sesuai dengan tujuan , perawatan didi yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas structural.
  2. Menurut UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Konsep Sehat Dari Budaya Barat dan Timur

Ada perbedaan antara model kesehatan Barat dengan model kesehatan Timur. Barat memandang kesehatan bersifat dualistik melihat tubuh manusia sebagai mesin dan dipengaruhi oleh dominasi media. Sementara Timur lebih bersifat hilistik, melihat kesehatan secara menyeluruh, saling mengait sehingga memengaruhi cara-cara penanganan terhadap penyakit.

Meskipun konsep sehat mental tidak lah jelas dan masik mengalami perkembangan, tapi ada beberapa ciri tingkah laku sehat menjadi ciri standar untuk menunjukkan sehat tidaknya individu melalui berbagai pendekatan dalam Kesehatan Mental.

Daftar Pustaka :

(Siswanto. 2007. Kesehatan Mental 1.Yogyakarta: Penerbit ANDI. 31)

Maddi, S.R. Personality Theories. A Comparative Analysis. Homewood,Ill.: The Dorsey Press,(1980 penerbit sarwono)




Jumat, 23 Mei 2014

Perkembangan IPTEK


Iptek? sesuai dengan kepanjangannya ilmu pengetahuan dan teknologi.
    IPTEK  mengalami perkembangan yang cukup pesat dari hari-kehari. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan dari teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Terutama di bidang teknologi  informasi (information technology) seperti internet, kitta dapat mengakses informasi-informasi melalui internet.

   Teknologi komunikasi adalah sebuah penemuan baru dalam aspek kehidupan dimana setiap individu dapat menggunakan, mengakses, dan memberikan segala hal informasi kepada orang lain secara universal, sedangkan teknologi informasi yaitu mencangkup sistem-sistem komunikasi seperti satelit siaran langsung, kabel interaktif dua-arah, penyiaran bertenaga rendah (low-power broadcasting), computer (termasuk personal-computer dan computer genggam yang baru), dan televisi (termasuk video disk dan video tape cassete).

    Dengan adanya ini memudahkan kita untuk melakukan suatu pekerjaan dan mengakses informasi, tetapi di Indonesia sendiri lebih banyak yang menjadi pengikut/follower dibandingkan menjadi inovator dari iptek itu sendiri. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa sudah semstinya kita mendukung perkembangan IPTEK di Indonesia agar kita dikenal sebagai bangsa yang Inovatif bukan hanya pengguna saja.